DPO Kasus Mutilasi 4 Warga Papua Ditangkap!

Papua

DPO Kasus Mutilasi 4 Warga Papua Ditangkap!

Andi Nur Isman - detikSulsel
Sabtu, 08 Okt 2022 16:05 WIB
Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani.
Foto: Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani. (Andi Nur Isman/detikcom)
Timika -

Polisi menangkap Roy Howai, pelaku mutilasi sadis empat warga di Timika, Papua yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Roy Howai ditangkap di Timika siang tadi.

"Siang ini kurang lebih satu jam yang lalu barusan kita amankan," kata Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu (8/10/2022).

Faizal mengatakan Roy Howai diamankan di Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (8/10) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat ini polisi masih sementara melakukan pendalaman terkait penangkapan tersebut.


"Yang bersangkutan kita amankan di daerah Nawaripi dekat pom bensin, di belakangnya. Kita sedang dalami itu tempatnya di mana. Tapi yang jelas kita dapatkan di daerah tersebut," ungkap Faizal.

Dia menuturkan Roy Howai sudah kabur selama kurang lebih satu bulan. Selanjutnya polisi akan segera mengurus berkas Roy Howai bersama para tersangka lainnya.

"Yang jelas untuk berkas yang tiga orang itu sementara ini sudah P19 dan kita dalam proses untuk melengkapi berkasnya," katanya.

"Tentunya nanti berkasnya ini akan kita split untuk melengkapi berkasnya Roy sendiri. Nanti teknis juga kita akan koordinasi dengan kejaksaan," sambungnya.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (22/8) sekitar pukul 21.50 Wit di SP 1 DistrikMimika Baru, KabupatenMimika. Pelaku mutilasi sadis tersebut berjumlah 10 orang di mana 6 pelaku di antaranya merupakan oknum anggota TNI, dan sisanya merupakan warga sipil termasuk Roy Howai yang baru saja ditangkap.

Roy Marthen Howai adalah pelaku kasus mutilasi di Mimika, Papua yang sempat menjadi buron polisi. Komnas HAM mengatakan jika Roy bukan pelaku utama.

"Jadi banyak pembicaraan yang masyarakat menangkapnya salah satu berbagai keterangan itu macet di Roy Marthen Howai, kok kesannya dia dijadikan pelaku utama. Jadi Roy bukan pelaku utama, dia pelaku saja. Dan penting polisi untuk segera menangkap Roy biar terangnya peristiwa ini semakin lama semakin terang," jelas Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9).

Komnas HAM juga menduga pelaku mutilasi empat warga sipil di Mimika, Papua, sudah berpengalaman. Hal itu tersebut lantaran pelaku memutilasi lebih dari satu korban di waktu yang bersamaan.

"Pilihan tindakan mutilasi, apalagi korbannya di saat yang sama lebih dari satu, itu biasanya menunjukkan karakter pelaku yang sudah punya pengalaman terhadap tindakan mutilasi sebelumnya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, dikutip detikcom, Rabu (21/9).



Simak Video "Pelaku Mutilasi di Mimika Siapkan Batu Agar Jenazah Tak Naik ke Permukaan"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)