Putra Eks Walkot Makassar Ditetapkan Jadi DPO Kasus Dugaan Penganiayaan

Putra Eks Walkot Makassar Ditetapkan Jadi DPO Kasus Dugaan Penganiayaan

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 00:41 WIB
Polisi menetapkan putra eks Walkot Makassar DPO kasus dugaan penganiayaan
Polisi menetapkan putra eks Walkot Makassar DPO kasus dugaan penganiayaan (Istimewa)
Gowa -

Amiruddin Malik (45), putra mantan Wali Kota Makassar, Malik B Masry dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Amiruddin sebelumnya telah berstatus tersangka bersama istrinya Resky Amalia Putri atas kasus dugaan penganiayaan.

"Iya (DPO), lakinya (Amiruddin Malik) yang DPO," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa malam (4/10/2022).

Burhan mengatakan penetapan Amiruddin sebagai DPO dilakukan karena dalam pemanggilan untuk proses tahap P21 kasus yang menjeratnya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa yang bersangkutan tak hadir. Adapun Amiruddin ditetapkan sebagai DPO mulai tanggal 28 September 2022 dengan nomor surat: DPO/28/IX/2022/Reskrim.


"Dipanggil tidak ada kabarnya (Amiruddin)," sebut Burhan.

Sementara istri Amiruddin, Resky Amalia yang ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini masih dalam kondisi sakit dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Namun Burhan tak menjelaskan apakah telah mencari tahu keberadaan Amiruddin kepada istrinya tersebut.

"Sakit istrinya, dari informasi terakhir," ujarnya.

Sementara, kuasa hukum Amiruddin dan Resky Amalia, Sigit Prasetya yang dikonfirmasi terpisah mengaku kaget kliennya Amiruddin ditetapkan sebagai DPO. Padahal selama proses hukum berjalan di Polres Gowa, kliennya selalu koperatif.

"Saya juga tidak mengerti itu, proses (penetapan) DPO-nya itu. Saya rasa pihak Polres Gowa punya kewenangannya. Tapi dalam hal ini kan kita perlu menyampaikan juga selaku kuasa hukum (Amiruddin) bahwa selama ini kita koperatif," bebernya.

Duduk Perkara

Resky Amalia menceritakan awalnya dia dan suaminya Amiruddin Malik menjalin kerja sama bisnis bersama dengan Irfan Wijaya yang dalam kasus ini berstatus sebagai pelapor dan terlapor. Namun kemudian terjadi masalah dalam kerja sama tersebut sehingga Resky berusaha menemui langsung Irfan untuk klarifikasi.

Pertemuan pertama pada 8 April 2022, Resky Amalia bersama rekannya Ahmad Syaladin mendatangi rumah Irfan di Desa Taeng, Kabupaten Gowa. Kedatangan mereka disebut awalnya disambut baik oleh Irfan Wijaya dan dalam komunikasi itu Irfan Wijaya menyarankan untuk kembali datang esok hari.

Kemudian keesokan harinya pada 9 April 2022, Resky Amalia kembali datang bersama suami dan anaknya juga rekannya Ahmad Syaladin untuk menemui Irfan. Saat itu, mereka datang usai shalat tarwih mengingat saat itu bulan puasa.

"Di situ dia sudah berubah padahal kemarinnya baik-baik ji. Pada saat saya berada di teras rumahnya, Irfan langsung menunjuki suamiku disertai gertakan 'siapa kau, saya tidak kenal kau'," kata Resky Amalia saat ditemui detikSulsel, Kamis (22/9).

Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Resky meminta maaf karena merasa tidak ada maksud lain menemui Irfan. Namun Irfan yang sudah tersulut emosi kemudian memukul kepala suaminya dua kali. Bahkan Irfan memanggil temannya Amar untuk memegang suaminya dan lantas melakukan penganiayaan dengan membabi buta. Usai menganiaya suaminya, dia dan Ahmad juga jadi sasaran penganiayaan Irfan.

"Keluar darah itu dari mulutku, suamiku kelingkingnya patah. Sama itu satu temanku Ahmad. Di mukaku juga lebam karena pas dia pukul saya, ada cincinnya. Itu mi kena mukaku," tukasnya.

Atas kejadian pasutri itu pun lantas melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian Resor (Polres) Gowa atas dugaan penganiayaan. Namun ternyata belakangan, Irfan Wijaya juga melaporkan balik Amiruddin Malik dan istrinya atas kasus dugaan penganiayaan.



Simak Video "Balita di Batam Tewas Usai Ditinju dan Dibanting Pacar Ibunya"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/tau)