Anggota DPR Hillary Lasut Polisikan Mamat Alkatiri gegara Kata Kasar

Berita Nasional

Anggota DPR Hillary Lasut Polisikan Mamat Alkatiri gegara Kata Kasar

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 13:42 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Hillary Brigitta Lasut melaporkan komika Mamat Alkatiri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik karena penggunaan kata kasar dalam materi roasting.

Melansir detikNews, laporan Hillary tersebut dibuat pada 3 Oktober 2022 di Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut tertulis Brigitta sebagai korban.

"Pencemaran nama baik Pasal 310 KUHP," demikian dikutip dari foto surat tanda terima laporan kepolisian yang diunggah Brigitta di akun Instagramnya @hillarybrigitta, Selasa (4/10/2022).


Melalui unggahannya Brigitta menyayangkan penggunaan kata kasar dalam materi roasting yang disampaikan Mamat Alkatiri. Dia menilai penggunaan kata kasar tidak pas untuk digunakan sebagai kritik karena lebih tepat termasuk bully atau pelecehan verbal.

"Yang bilang an*g dan t*i bukan penghinaan coba aja kalo dia ngomong begini ke ibu atau anak kalian 🤣 memang pejabat publik boleh di kritik. Tapi setau saya di Indonesia mau dia pejabat publik mau dia pembantu rumah tangga, tetap tidak boleh di bully apalagi di maki. Gausah bawa-bawa saya pejabat publik harus siap di kritik deh. T*i dan go*k bukan kritik. Itu bully dan verbal harrasment," kata Brigitta.

Brigitta menambahkan, pejabat publik, pembantu rumah tangga, atau siapa pun warga negara mempunyai hak untuk dilindungi harkat martabatnya dari kekerasan verbal.

"Saya tidak tau orang tuanya atau gurunya pak Mamat mungkin mengajarkan kata t*i dan go*k sebagai jenis kritik yang bisa kita sampaikan kepada semua orang dan tetap dianggap bukan penghinaan atau mungkin t*i dan go*k diajarkan sebagai kritik yang berfaedah," katanya.

"Tapi jaman saya dulu sih boro-boro pejabat negara, kalo saya bilang orang tua saya atau guru saya atau bahkan pembantu rumah saya t*i atau go***k, saya pasti dihukum berat oleh orang tua saya," katanya.

Sebagai mahasiswa hukum, Briggita mengaku melaporkan Mamat bukan karena takut disebut antikritik. Namun, menurutnya, laporan tersebut untuk menegakkan hukum bagi dirinya sendiri.

"Pejabat-pejabat banyak yang malah jadi korupsi karena takut diperas dan di giring opini oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang membuat kritikan atau roasting-an berdasarkan pesanan yang memberi honor dan atau menghalalkan segala cara untuk menaikkan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain. Sudah cukup yang seperti ini," katanya.

Sementara itu, dihubungi melalui pesan singkat, Brigitta membenarkan laporan tersebut. Dalam bukti laporan di Instagramnya, yang melaporkan adalah pengacara Brigitta, Muhammad Fauzan Rahawarin.

Briggita menyampaikan laporan tersebut dilakukan atas pernyataan Mamat dalam sebuah diskusi politik. Saat itu, Mamat, menurut Brigitta, tidak menyimak pernyataannya secara lengkap, namun justru saat giliran Mamat yang berbicara, Brigitta merasa dihina hingga dicemarkan nama baiknya.

"Bisa ditonton di Instagram. Saya diskusi politik dengan mahasiswa. Mamat nongkrong di bawah ngerokok selama saya pemaparan ngga full didengar tapi pas giliran bicara malah ngga nyambung dengan yang saya sampaikan dan memaki-maki saya," kata Brigitta.

"Saya bukannya di-roasting malah di-bully, di bentak-bentak t*i go***k dibilang ngga tahu fungsi legislasi dihina dan dicemarkan nama baik. Dilecehkan seperti diajak berantem di belakang saya dan di-roasting setelah saya balik dari acara diskusi terbuka. Orang sekarang terlalu sering atas nama bercanda menginjak harkat martabat orang lain lalu bersembunyi di bawah kata-kata jangan baper," imbuhnya.

Brigitta mengakui sebagai pembantu masyarakat, namun menurutnya pembantu memiliki harga diri. Namun ia meminta penyampaian kritik tidak boleh menggunakan kata hinaan.

"Saya memang pembantu masyarakat, tapi pembantu juga punya harga diri. Kami boleh di kritik tapi jangan di hina. Kami nggak perlu dipuji tapi nggak boleh di maki. Pembantu rumah tangga digaji memang sama majikannya tapi bukan berarti boleh diinjak-injak, di maki-maki, dan di bully bahkan sampai di fitnah," katanya.

"Jangan jadi kalau digaji nggak boleh punya harga diri? Pembantu juga dijamin haknya oleh undang-undang. Kebiasaan nih orang-orang begini. Ngerasa udah menggaji jadi lupa itu anak orang. Manusia juga. Setara kita semua. Kalau kerjanya bagus dapat reward tapi kalau kerjanya jelek dapat punishment," tuturnya.

(hmw/sar)