Serangan Misterius ke Polisi Makassar Terkait Tragedi Kanjuruhan

Serangan Misterius ke Polisi Makassar Terkait Tragedi Kanjuruhan

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 06:07 WIB
Pos Polantas di Makassar dilempar molotov. Terdapat tulisan di pos polisi tersebut yang mengungkit tragedi Kanjuruhan.
Foto: Dokumen Istimewa.
Makassar -

Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK). Pelaku menuliskan pesan terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 suporter Arema FC.

Pelemparan bom molotov itu terjadi di Pos Polantas Jalan Sultan Alauddin, Minggu malam (2/10). Terduga pelaku menuliskan pesan berupa "Polisi Pembunuh Suporter Arema" demikian tulisan di pos Polantas tersebut.

"Karena ada tulisan di TKP, dimungkinkan berkaitan dengan kejadian di Malang," ujar Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP Lando kepada detikSulsel, Senin (3/1/2022).


Lando membeberkan saat kejadian tidak ada polisi yang berjaga di pos Polantas tersebut. Namun ada saksi yang melihatnya.

"Tiba-tiba saksi melihat ada kobaran api. Jam 22.45 saksi melihat ada orang melempar," katanya.

Lando memastikan bahwa situasi di Makassar tetap kondusif pasca pelemparan tersebut. Dia memastikan bahwa tidak ada aksi teror.

"Tidak ada aksi terorisme lah, nggak ada," katanya.

Kapolda Sulsel Bentuk Tim Khusus

Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengusut pelemparan bom molotov di pos Polantas di Makassar. Dalam kasus ini pelaku menuliskan pesan tertulis terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.

"Kami sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan," kata Nana Sudjana saat diwawancara usai melakukan kegiatan salat gaib dan doa bersama dengan suporter PSM di halaman Mapolrestabes Makassar, Senin malam (3/10).

Nana Sudjana menilai tulisan yang menuding pihak kepolisian sebagai pemicu tragedi Kanjuruhan itu tidak pantas. Apalagi kejadiannya bukan di Sulawesi Selatan.

"Sementara kami selidiki, untuk mengungkap kasus ini. Karena di situ juga ada tulisan yang memang kurang pantas. Karena kejadian juga bukan di Sulawesi Selatan. Kami akan lakukan penyelidikan," tegas Nana.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)