Warga Pinrang Tewas Diserang KKB Dikenal Punya Jiwa Sosial Tinggi

Warga Pinrang Tewas Diserang KKB Dikenal Punya Jiwa Sosial Tinggi

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 04:00 WIB
Jenazah Abbas, korban KKB, saat tiba di rumah keluarga di Pinrang.
Foto: Jenazah Abbas, korban KKB, saat tiba di rumah keluarga di Pinrang. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Pinrang -

Warga Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Abbas Manna (40) tewas dalam penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Teluk Bintuni, Papua Barat. Pihak keluarga mengungkap sosok Abbas memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Dia punya jiwa sosial yang tinggi (Abbas). Suka membantu kalau orang kesusahan," ungkap Kakak Abbas, Maisar saat ditemui detikSulsel, Minggu (2/10/2020).

Maisar menjelaskan, Abbas merupakan anak ke enam atau bungsu dari enam bersaudara. Maisar sendiri merupakan anak pertama atau sulung.


"Dia bungsu, sementara saya anak pertama," jelasnya.

Soal jiwa sosial adiknya tersebut, salah satunya tercermin karena dengan mengajak keluarga dan tetangga yang berasal dari kampungnya ke Papua Barat untuk mencari nafkah. Dia menjadi pekerja proyek kemudian meningkat sebagai mandor di beberapa proyek.

"Itu makanya dia panggil orang ke sana (tiga orang warga Pinrang yang turut jadi korban)," jelasnya.

Menurut Maisar, almarhum sudah sekitar 20 tahun merantau ke Papua Barat. Abbas masih muda saat memutuskan jauh dari kampung halaman mencari nafkah.

"Masih anak muda (sebelum menikah) dia sudah ke sana (Papua Barat). Nah anaknya ada mi umur 20, jadi ada mi 20 tahun lebih di sana dia itu," paparnya.

Adapun Abbas dikatakan sudah menikah hingga empat kali. Almarhum sudah bercerai dengan tiga istrinya, dan tinggal bersama istri keempatnya di Papua Barat.

"Istrinya yang terakhir (keempat) ikut dia di Sorong. Ada enam anaknya semua (dari empat pernikahan)," jelas Maisar.

Maisar melanjutkan, sejak merantau ke Papua Barat, Abbas memang jarang pulang ke Pinrang. Terakhir pulang sekitar 2 tahun lalu.

"Jarang pulang, dia punya rumah dan keluarga memang di sana," rincinya.

Dia mengaku pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Ia menyerahkan ke pihak pemerintah mengusut pelaku penyerangan.

"Kami ikhlaskan kepergiannya. Kalau soal pelaku biarkan pemerintah yang menyelesaikan secara hukum," imbuhnya.

Untuk diketahui, KKB menyerang 14 pekerja proyek Jalan Trans Kabupaten Teluk Bintuni-Kabupaten Maybrat pada Kamis (29/9). Penyerangan tersebut tepatnya terjadi di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat.

Diketahui 14 korban yang telah dievakuasi terdiri dari 10 korban selamat dan empat korban tewas. Empat korban tewas telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.



Simak Video "Upaya Mengembalikan Masyarakat Kiwirok Agar Rayakan Natal di Kampung Halaman"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)