Cerita Warga Pinrang Selamat dari Serangan KKB Usai Sembunyi di Hutan

Cerita Warga Pinrang Selamat dari Serangan KKB Usai Sembunyi di Hutan

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 02:33 WIB
Rizal, korban selamat dari serangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Foto: Rizal, korban selamat dari serangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Pinrang -

Warga asal Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Rizal (56) ditemukan selamat dari serangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat. Rizal berhasil melarikan diri hingga sembunyi di dalam hutan saat insiden maut itu terjadi.

"Saya bertiga lari dan sembunyi di hutan saat kejadian hingga bisa selamat," ungkap Rizal saat ditemui detikSulsel, Minggu (2/10/2022).

Rizal atau yang akrab disapa Om Kumis ini menjelaskan, kejadian penyerangan terjadi pada Jumat (30/9) lalu di Jalan Teluk Bintuni-Maybrat, di Papua Barat. Waktu penyerangan sekitar pukul 16.00 WIT.


"Sekitar jam 4 sore waktu setempat (Papua Barat) kami mendapat serangan berupa tembakan," ujarnya.

Dia mengaku saat kejadian penyerangan, ia bersama 13 rekannnya yang lain sedang mengerjakan proyek perbaikan jalan. Tak disangka tiba-tiba terdengar bunyi tembakan.

"Tembakan pertama bunyi kami kira hanya tembakan peringatan. Nanti ada tembakan terdengar ketiga kali, ada teman yang terkena dan kami berlarian," jelasnya.

Saat melihat temannya atas nama Ruslan terkena tembakan, Rizal dan seluruh tim pekerja melarikan diri masing-masing. Dia dan tiga orang rekannya berlari ke arah pemukiman dan singgah ke hutan terdekat dari lokasi.

"Lari ke arah pemukiman, tetapi takut karena sudah malam dan didapat (ditangkap) di jalan, jadi bersembunyi ke hutan," paparnya.

Saat melarikan diri, Rizal dan teman-teman dalam kondisi telanjang dada tak memakai baju. Hanya memakai celana pendek.

"Kami lari hanya pakai celana pendek saja tanpa baju," jelasnya.

Di hutan, ia bersama kedua rekannya begitu ketakutan. Mereka berbaring di bawah sebuah pohon besar mereka berbaring.

"Kami ketakutan. Suara sekecil apapun kami hindari," beber Rizal.

Saking takut ketahuan, ada temannya yang sedang batuk-batuk dan terpaksa menggali lubang. Di lubang itu suara batuk dikeluarkan agar tak terdengar kelompok penyerang.

"Yang batuk tidak bisa tahan batuk, jadi gali tanah dan batuk di situ lubang tadi," kisahnya.

Setelah semalam di hutan, esok paginya atau Sabtu (1/10) setelah memastikan kondisi aman, Rizal dan rekannya ke pemukiman untuk mendapatkan perlindungan. "Besok pagi baru ke kampung terdekat," jelasnya.

Harap Pekerjaan Dikawal TNI-Polri

Rizal mengaku tidak menyangka wilayah proyek jalan yang dikerjakannya bersama 13 pekerja lain diserang KKB. Namun dia mengaku akan kembali bekerja jika situasi memang sudah kondusif.

"Dimana pun pekerjaan ada risiko (meninggal). Ya, takdir kalau memang akhirnya meninggal saat bekerja," ungkap Rizal.

Namun Rizal atau yang akrab disapa Om Kumis ini mengaku saat nanti kembali melanjutkan pekerjaan, pemerintah bisa ikut membantu. Minimal dengan menyediakan pengawalan TNI-Polri saat bekerja.

"Ya, bagusnya begitu (dikawal TNI-Polri). Tetapi, ya, tergantung pemerintah juga (mau memberikan pengawalan)," bebernya.



Simak Video "Upaya Mengembalikan Masyarakat Kiwirok Agar Rayakan Natal di Kampung Halaman"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)