Keluarga Bersyukur Jenazah Yafet Korban KKB Dipulangkan-Dikebumikan di Manado

Sulawesi Utara

Keluarga Bersyukur Jenazah Yafet Korban KKB Dipulangkan-Dikebumikan di Manado

Trisno Mais - detikSulsel
Senin, 03 Okt 2022 01:12 WIB
Korban penyerangan KKB asal Manado dimakamkan.
Foto: Korban penyerangan KKB asal Manado dimakamkan. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Jenazah Yafet Jorgen Rompis (53), korban penyerangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat, dikebumikan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Keluarga korban bersyukur jasad Yafet bisa dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya.

"Bersyukur karena papa sudah tiba di Manado," ujar anak Yafet, Vanclief Rompis kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Vanclief mengaku terkejut ketika mendengar kabar terkait tewasnya korban di lokasi pengerjaan proyek. Pasalnya ayahnya jauh-jauh merantau ke Papua Barat demi menafkahi kebutuhan keluarga.


Kepergian Yafet pun sesuatu yang sangat memilukan hati keluarga besar. Apalagi Yafet dikenal sebagai sosok yang begitu dekat dan baik kepada semua keluarga.

"Kami keluarga tidak sangka, pikir ini akan baik-baik kerja di sana. Tidak sangka kalau ada orang berbahaya," jelasnya.

Diketahui jenazah Yafet dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Pemkot Manado, di Kayuwatu, Manado, Minggu (2/10). Jenazah Yafet Rompis sebelumnya tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, pada Minggu (2/10), sekitar pukul 16.05 Wita.

Setibanya di Terminal Kargo Bandara Sam Ratulangi Manado, turut hadir perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU, Idrus Wasaraka.

Dia membawa santunan pemerintah untuk keluarga korban. Santunan berupa biaya kubur sebesar Rp 7 juta. Santunan tersebut diterima keluarga saat di lokasi pemakaman Yafet.

"Jadi kemarin, gubernur ambil tindakan apapun semua harus dievakuasi. Sekarang salah satu yang dibawa ke Manado," kata Idrus Wasaraka.

Idrus berharap bantuan Pemprov Papua Barat bisa mengurangi beban keluarga. Pihaknya juga mendoakan agar keluarga uang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Kematian beliau jelas kita semua merasa kehilangan. Karena merantau untuk anak istri," jelas Idrus.

Menurutnya, pemulangan jasad Yafet sudah menjadi instruksi Gubernur Papua Barat. Semua korban penyerangan KKB harus dikembalikan ke daerah asal dan seluruh biaya pemulangan ditanggung pemerintah daerah.

"Setelah kejadian kemarin, kita berusaha sedemikian rupa, apa pun caranya harus dikembalikan kepada orang tuanya. Biaya ditanggung pemerintah," tegas dia.

Selain bantuan biaya pekuburan, Pemprov Papua Barat juga memberikan santuan kepada keluarga. Namun nominalnya tidak disebutkan.

"Santunan ada sebagian. Kalau nominal internal, tapi yang jelas ada," ujarnya.

Diketahui, Yafet menjadi salah satu dari 13 korban penyerangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat, pada Kamis siang (30/9). Mereka merupakan pekerja Jalan Trans Kabupaten Teluk Bintuni-Maybrat.

Dari 14 total korban, ada 10 di antaranya yang berhasil diselamatkan. Sementara 4 lainnya tewas dan semua jenazah sudah dievakuasi hingga dikembalikan ke daerah asal masing-masing.



Simak Video "Upaya Mengembalikan Masyarakat Kiwirok Agar Rayakan Natal di Kampung Halaman"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)