Warga Makassar Korban KKB Sempat Telepon Ibu Sebelum Tewas Diserang

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Minggu, 02 Okt 2022 22:04 WIB
Adi, adik ipar Sudarmin menunjukkan foto almarhum korban tewas serangan KKB di Papua Barat.
Foto: Adi, adik ipar Sudarmin menunjukkan foto almarhum korban tewas serangan KKB di Papua Barat. (Isak Pasa'buan/detikSulsel)
Makassar -

Sudarmin (46), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi korban tewas penyerangan KKB di Teluk Bintuni, Papua Barat, sempat menelepon ibunya di kampung halaman. Namun nahas bagi Sudarmin lantaran hal itu menjadi komunikasi terakhir dengan ibunya sebelum tewas diserang KKB.

"Terakhir komunikasi sebelum meninggal itu, sehari sebelumnya, menelpon malam di rumah, dia tiba-tiba mau bicara sama ibu. Hanya itu permintaannya berulang-ulang," ucap adik ipar Sudarmin, Adi saat ditemui detikSulsel, Minggu (2/10/2022).

Namun Adi tidak membeberkan pembicaraan terakhir korban dengan ibunya di Makassar. Kabar kematian Sudarmin sampai ke telinga ibunya usai sang istri memberi kabar.


"Dari teman ke istrinya, baru istrinya yang kasih kabar ke Makassar," bebernya.

Kepergian Sudarmin membuat keluarga terpukul. Keluarganya kehilangan sosok almarhum yang dikenal ramah dan pekerja keras.

"Suka memang kerja keras itu kakak, banyak yang suka sama dia. Ramah juga orangnya," sebutnya.

Adi menjelaskan, Sudarmin merantau ke Papua Barat sejak tahun 2011. Almarhum memilih bekerja di perantauan menjadi sopir angkutan barang di Teluk Bintuni.

"Dia berangkat pertama kali kurang lebih tahun 2011, pertama kali. Ada tawaran kerja untuk jadi sopir, di Bintuni," sebut Adi.

Kini almarhum meninggalkan dua orang anak dan istri. Keluarga kecilnya yang sempat almarhum boyong bersamanya ke Papua Barat.

"Ada dua, satu laki-laki satu perempuan. Yang kecil masih kelas 6 SD kalau yang satu baru lulus SMA (laki-laki)," tutur Adi.

Pihak keluarga mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Terutama segera menangkap pelaku dan diberi hukuman setimpal.

"Kita minta para pelakunya untuk ditangkap dan diberikan hukuman. Kita juga minta pemerintah bubarkan itu KKB," urai Adi.

Diketahui, jenazah Sudarmin mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (2/10) siang. Jasadnya tiba bersama jenazah korban lainnya yaitu Abas (52) dan Armin (43) yang juga langsung dibawa ke kampung halamannya di Pinrang, Sulsel.

Dari bandara, almarhum Sudarmin dibawa menggunakan ambulans menuju ke rumahnya untuk disemayamkan di BTN Tritura, Jalan Tamangapa Raya, Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Selanjutnya, jenazah Sudarmin dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, sore tadi.

"Langsung dikebumikan di Sudiang sore ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, KKB menyerang 14 pekerja proyek Jalan Trans Kabupaten Teluk Bintuni-Kabupaten Maybrat pada Kamis (29/9). Penyerangan tersebut tepatnya terjadi di Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat.



Simak Video "Upaya Mengembalikan Masyarakat Kiwirok Agar Rayakan Natal di Kampung Halaman"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)