Kecewanya Novel Baswedan Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Putri dan Sambo

Berita Nasional

Kecewanya Novel Baswedan Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Putri dan Sambo

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 30 Sep 2022 05:00 WIB
Tentang Novel Baswedan, Penyidik Top KPK tapi Dibuang Gara-gara TWK
Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Keputusan dua mantan pegawai KPK, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang bergabung ke tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi membuat Novel Baswedan kaget dan kecewa. Luapan kekecewaannya disampaikan lewat akun Twitter miliknya.

Dilansir dari detikNews, Novel dalam cuitannya menyebut akun Twitter Febri dan Rasamala. Novel mengungkapkan jika dirinya kecewa dengan pilihan yang diambil kedua temannya tersebut.

"Sebagai teman saya kaget & kecewa dengan sikap @febridiansyah & @RasamalaArt yang mau menjadi kuasa hukum PC & FS," ungkap Novel dalam akun Twitternya, @nazaqistsha, yang diunggah Rabu (28/9/2022).


Bahkan Novel juga memberikan saran kepada Febri dan Rasamala untuk mundur sebagai tim kuasa hukum Sambo dan Istri. Menurut Novel, Brigadir J yang menjadi korban mestinya yang wajib dibela.

Dia meminta lebih baik Febri dan Rasamala ikut mengawasi kasus tersebut. Juga memastikan tidak ada pihak yang menghalangi pengusutan kasus tewasnya Brigadir J.

"Saran saya sebaiknya mundur saja. Justru kepentingan korban yang penting dibela, termasuk memastikan semua pihak yang menghalangi atau merekayasa kasus diusut tuntas. Agar tidak terjadi lagi," jelasnya.

Pertimbangan Febri-Rasamala Jadi Kuasa Hukum Putri dan Sambo

Febri Diansyah mengungkapkan mendapat kuasa sebagai pengacara untuk Putri Candrawathi sejak beberapa minggu lalu. Menurut Febri, dia bersedia membela Putri setelah mempelajari perkara tersebut.

"Saya memang diminta bergabung di tim Kuasa Hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu. Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi secara objektif," kata Febri kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Sehingga kata Febri, dia bakal melakukan pembelaan secara objektif. Juga dia akan mengungkapkan jika akan melakukan pembelaan secara faktual.

"Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual," jelasnya.

Sementara, Rasamala menuturkan juga bergabung sebagai tim kuasa hukum untuk Ferdy Sambo. Kesediaannya bergabung karena Ferdy Sambo bersedia mengungkap fakta terkait dugaan pembunuhan Yosua.

"Saya menyetujui permintaan menjadi penasihat hukum, pertimbangannya terutama karena Pak Ferdy telah bersedia mengungkap fakta yang sebenarnya yang dia ketahui terkait kasus ini di persidangan nanti," jelasnya.

Menurutnya, temuan Komnas HAM juga menjadi salah satu pertimbangannya menerima tawaran sebagai pengacara Ferdy Sambo. Selain itu, dia menyebut Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi merupakan warga negara yang berhak mendapat pembelaan hukum.

"Kedua, adanya berbagai dinamika yang terjadi dalam kasus ini termasuk temuan Komnas HAM. Ketiga, Pak Ferdy dan Bu Putri juga warga negara Indonesia yang punya hak yang sama seperti warga negara lainnya sehingga terlepas dari apa yang disangkakan terhadapnya maka dia juga berhak diperiksa dalam persidangan yang objektif, fair dan imparsial, termasuk mendapatkan pembelaan yang proporsional dari penasihat hukum yang dia pilih. Sebagai penasihat hukum maka tugas kami memastikan proses tersebut," tukasnya.



Simak Video "Febri Diansyah: Ferdy Sambo Akui Sejumlah Perbuatan dan Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)