Kronologi Pelajar Makassar Tewas Kecelakaan Usai Diburu OTK Pakai Busur Panah

Kronologi Pelajar Makassar Tewas Kecelakaan Usai Diburu OTK Pakai Busur Panah

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 18:17 WIB
Wawan saat menunjukkan foto adiknya yang tewas kecelakaan karena dikejar OTK pakai busur panah di Makassar.
Foto: Isak Pasa'buan/detikSulsel.
Makassar -

Siswa SMA berinisial WA (18) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas terjatuh dari motornya saat dikejar dan diancam busur panah oleh orang tak dikenal (OTK). Pihak keluarga mengungkap korban saat itu sedang perjalanan pulang ke rumahnya setelah menonton turnamen futsal.

"Awalnya dia pergi bersama temannya, pergi menonton turnamen futsal di PDAM, antar sekolah," kata Wawan, kakak kandung korban saat ditemui detikSulsel di kediamannya di Makassar, Kamis (29/9/2022).

Wawan menjelaskan korban pulang dari menonton turnamen futsal pada Selasa (27/9) sekitar pukul 22.00 Wita. Dari informasi yang Wawan peroleh, korban dan teman-temannya sudah dikejar sejak di Jalan Dr Sam Ratulangi menuju Jalan Lanto Dg Pasewang.


Namun pada saat itu korban dan temannya tak langsung menyadari keberadaan pelaku. Korban baru mengetahui dirinya dibuntuti sekelompok OTK setelah berada di Jalan Onta.

"Ini adekku sadar pas dikejar saat di Jalan Onta. Kejar-kejaran," sebutnya.

Menurut Wawan, Korban saat itu dalam posisi dibonceng oleh rekannya, RA. Rekan korban yang panik segera memacu kecepatan motornya hingga mengalami hilang keseimbangan dan terjatuh.

"Ditahu mi orang kalau dikejar dengan kecepatan tinggi. Di situ mi kejadian sehingga parah begitu (kecelakaannya)," ujar Wawan.

Wawan menjelaskan bahwa adiknya mengalami benturan yang menyebabkan kepalanya mengalami pendarahan serius. Luka tersebut menyebabkan korban meninggal dunia meski ia sempat dirawat di rumah sakit.

"Itu kalau dilihat bagaimana kondisi agak memar di bagian kepalanya, ada pembengkakan di bagian matanya. Tapi menurut medis itu sesuatu yang wajar kan ada pendarahan di dalam, ada darah membengkak jadi begitu jadinya (meninggal)," sambungnya.

WA sendiri masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SMA PGRI Makassar. Sementara korban RA juga merupakan teman sekolah korban namun dia masih duduk di bangku kelas 2.

"Iya itu RA teman kecilnya adekku. Di dekat sini ji juga tinggal," pungkasnya.



Simak Video "Pelajar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinrang Usai Dibunuh Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)