Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai

Cerita Eks Danton Dalmas Lihat Oknum TNI Tikam Warga Paniai-Caci Maki Korban

Xenos Zulyunico Ginting - detikSulsel
Rabu, 28 Sep 2022 18:39 WIB
Mantan Danton Dalmas Polres Paniai Bripka Riddo Bagaray  usai jadi saksi di PN Makassar terkait sidang pelanggaran HAM berat Paniai.
Foto: Xenos Zulyunico Ginting/detikSulsel
Makassar -

Mantan Danton Dalmas Polres Paniai Bripka Riddo Bagaray dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua. Saksi mengaku melihat oknum anggota TNI AD yang menikam seorang warga Paniai dengan sangkur sambil mencaci maki korban.

Bripka Riddo merupakan salah satu saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (28/9/2022). Bripka Riddo mengatakan dia awalnya berlindung di Polsek Paniai Timur begitu massa menggeruduk Koramil 1705-02/Enarotali pada Senin, 8 Desember 2014 silam.

Menurut Riddo, massa awalnya melakukan blokade jalan di depan Pondok Natal Gunung Merah Jalan Lintas Madi-Enarotali Kilometer 4. Belakangan massa beralih ke menggeruduk Kantor Koramil.


Kondisi massa yang semakin tak terkendali memaksa pihak kepolisian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun menurut Riddo, massa kian brutal karena hendak masuk ke Koramil.

"Tambah brutal Pak," ujar Bripka Riddo di persidangan.

Cerita Bripka Riddo kemudian berlanjut di mana massa mundur karena salah seorang dari mereka terkena tembakan oknum TNI. Polisi yang semula berlindung di Polsek Paniai Timur akhirnya ikut keluar saat massa mundur.

"Setelah (massa) bubar apa yang anda lakukan?," ujar tim jaksa penuntut umum diketuai diketuai Erryl Prima Putra Agoes di persidangan.

"Kita keluar dari polsek untuk sekalian memastikan kasih mundur mereka. Penyisiran," jawab Bripka Riddo.

Riddo mengatakan di depan Koramil 1705-02/Enarotali dan Polsek Paniai Timur terdapat sebuah lapangan di mana para massa berlari ke sana. Saat itulah Bripa Riddo mengaku oknum TNI menikam warga yang terpisah dari kelompoknya.

"Di tengah lapangan saya lihat salah satu anggota dari TNI karena pakai kaos loreng celana hijau. Kurang lebih 10 meter jaraknya dari saya di tengah lapangan. Dia ngomong mati kau (sambil menikam dengan sangkur),". tutur Riddo.

Jaksa kemudian mempertanyakan berapa kali korban ditikam. Dan Riddo menyebut penikaman dilakukan sebanyak 1 kali.

"Siap 1 kali," tuturnya.

Untuk diketahui, Riddo merupakan saksi ketiga yang diperiksa dalam agenda sidang kali ini. Dua saksi sebelumnya yang juga merupakan anggota polisi, Brigadir Andi Ridho Amir dan Brigadir Abner O. Windesi telah dimintai keterangan.



Simak Video "KontraS Pertanyakan Peran LPSK di Sidang Pelanggaran HAM Berat di Paniai"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)