Ulah Barbar Anak SMA di Gowa Keroyok Sopir Ambulans

Ulah Barbar Anak SMA di Gowa Keroyok Sopir Ambulans

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 27 Sep 2022 08:28 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Gowa -

Seorang sopir ambulans bernama Amiruddin (32) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 remaja SMA. Pengeroyokan itu diduga karena pelaku tidak terima dinasehati oleh korban.

"Pas saya tegur bilang jangan lempar batu nanti kena mobilnya orang malah ini anak-anak patua-tuai. Saya tanya mi kalau dinasehati ki mendengar ki. Di situmi langsung lompat keroyok saya tanpa sepatah dua kata," kata Amiruddin saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (26/9/2022).

Amiruddin mengaku awalnya dia baru tiba di rumahnya dari mengantar pasien di Gowa. Lalu mendapat informasi ada sekelompok remaja sedang perang lempar batu tak jauh dari rumahnya.


Atas laporan tersebut iparnya yang sedang hamil menuju ke TKP dengan niat melerai kedua kelompok remaja tersebut. Amiruddin yang khawatir dengan kondisi iparnya lalu menyusul ke TKP.

"Ini ipar ku pergi dia tegur itu anak-anak, saya temani mi jangan sampai dia yang dipukul apalagi ini iparku hamil ki," ujar Amiruddin.

Saat sampai di lokasi dan melihat dua kelompok remaja saling lempar, dia pun menegur agar berhenti. Bukannya didengar, Amiruddin malah mendapat pukulan dan dikeroyok oleh sekitar 10 orang.

"Itu anak-anak SMA, ada mi juga yang tidak sekolah sekitar 10 orang. Warga di situ bilang meresahkan mi cuman tidak ada yang berani tegur, karena setiap malam memang katanya sudah merasakan. Setiap malam bede di situ main gitar," terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan mengaku sudah menerima laporan dari korban. Kasus tersebut saat ini dalam penyelidikan polisi.

"Masih dalam tahap penyelidikan. Baru saksi pelapor sudah dimintai keterangan," kata Burhan.

Peristiwa itu dialami Amiruddin tak jauh dari rumahnya tepatnya di Jalan Nuri, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Gowa pada Jumat (23/9) sekitar pukul 17.00 Wita. Burhan mengaku belum mengantongi identitas para pelaku.

"Belum diketahui karena dalam laporan itu cuman melapor dugaan penganiayaan, pelakunya belum diketahui identitasnya," ujar Burhan.



Simak Video "Longsor di Sulsel, Dua Orang Tewas Tertimbun Saat di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)