Pria Ditikam Pacar Secara Sadis di Mamuju Ngotot Damai dengan Pelaku

Sulawesi Barat

Pria Ditikam Pacar Secara Sadis di Mamuju Ngotot Damai dengan Pelaku

Hafis Hamdan - detikSulsel
Senin, 26 Sep 2022 14:35 WIB
ilustrasi pembunuhan
Foto: detik
Mamuju -

Ari Alfait (25), pria yang lehernya ditikam bertubi-tubi oleh pacarnya, Vivi (24) di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) meminta damai dengan pelaku. Dia mengaku tidak mempersoalkan perbuatan pacarnya itu.

"Setelah kami koordinasi dengan korban apakah mau dilanjut atau tidak ternyata korban ngotot tidak keberatan," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Mamuju Iptu Junaid kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

Junaid mengaku pihaknya telah mendatangi korban yang saat ini dirawat intensif di rumah sakit akibat luka tusukan di leher. Saat itulah korban mengaku tidak keberatan atas penganiayaan yang dilakukan sang pacar.


"Sudah 2 kali kita tanya terus di rumah sakit, cuman memang pelaku ngotot tidak keberatan dan minta diselesaikan damai dengan pelaku. Makanya yang buat laporan kemarin itu kan kakaknya," bebernya.

Junaid menambahkan meski korban tidak keberatan kasus ini tetap berjalan dan tidak langsung menggugurkan status pelaku yang telah ditetapkan tersangka. Dia mengatakan kasus ini bisa ditempuh melalui restorative justice.

"Restorative Justice kalau misal korban tidak keberatan sehingga dibuatkan surat pernyataan, lalu ada pencabutan pengaduan. Dari itu dilakukan restorative justice. Sementara sampai sekarang ini korban memang merasa tidak keberatan," pungkasnya.

Junaid menambahkan saat ini korban masih dirawat di rumah sakit. Akibat luka tusuk di leher usai ditikam oleh pacarnya sendiri menggunakan obeng.

"Masih dirawat (korban), luka tusuk di leher dan sudah dijahit. Menurut dokter yang kena itu pas urat leher," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan wanita bernama Vivi sebagai tersangka usai menikam leher pacarnya. Vivi saat ini berada dalam pengawasan psikolog.

Tersangka Vivi dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan sehingga terancam hukuman 5 tahun penjara. Kini tersangka tengah didampingi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Mamuju dan psikolog Dinas Sosial untuk mengecek kondisi kejiwaan.

"Pelaku sementara kita lakukan pendampingan dari PPA, psikolog, dan Dinas Sosial untuk mengetahui kondisi dan kejiwaan," bebernya.



Simak Video "Viral Video Pelajar di Lampung Di-Bully & Dianiaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)