Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Pasutri di Palangkaraya Dibunuh Secara Sadis

Kalimantan Tengah

Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Pasutri di Palangkaraya Dibunuh Secara Sadis

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Minggu, 25 Sep 2022 20:06 WIB
Tim Reskrim Polresta Palangkaraya kembali mendatangi lokasi kejadian pada Minggu (25/9 dengan harapan mendapatkan petunjuk lainnya.
Foto: dok.ist
Palangkaraya -

Polisi telah memeriksa delapan saksi terkait kasus pembunuhan sadis pasangan suami istri (pasutri) berinisial YA (46) dan F (45) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka yang diperiksa yakni keluarga, teman dan tetangga korban.

"Ada 8 saksi, itu teman korban, keluarga, yang sebelum kejadian datang ke TKP, dan tetangga yang tinggal dekat rumah," jelas Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, Kompol Ronny Marthius Nababan, saat dihubungi detikcom, Minggu (25/9/2022).

Adapun saksi kunci terkait kasus pembunuhan ini adalah anak korban berinisial MY (17). MY sempat melihat laki-laki bertelanjang bulat sambil membawa sebilah parang keluar dari kamar ayahnya saat kejadian di di Jalan Cempaka, Kelurahan Langkai, Palangkaraya, Kalteng pada Jumat malam (23/9) lalu.


"Iya 8 saksi itu termasuk anak korban, karena saat kejadian dia ada di rumah," kata Ronny.

Ronny menambahkan pihaknya masih mencari dan mendalami motif pria bertelanjang bulat yang diduga pelaku dalam insiden nahas tersebut.

"Motif pelaku (tidak menggunakan pakaian) masih kami dalami," terangnya.

Untuk mengungkap kasus ini Tim Reskrim Polresta Palangkaraya kembali mendatangi lokasi kejadian pada Minggu (25/9). Dengan harapan mendapatkan petunjuk lainnya.

"Ini kami masih di lokasi kejadian melakukan olah TKP lanjutan, mencari barang bukti baru, dan petunjuk tambahan," bebernya.

Ronny mengakui pihaknya kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku lantaran tidak ada CCTV di sekitar lokasi kejadian. Informasi yang dikumpulkan saat ini baru keterangan saksi-saksi.

"Iya tidak ada CCTV (di sekitar rumah korban)," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, pasutri Palangkaraya ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya. Saat kejadian putri korban MY berusia 17 tahun berada di dalam rumah dan mengaku sempat melihat sosok terduga pelaku.

"Dia (putri korban) mendengar dari kamarnya ada suara dibanting di kamar bapaknya, kemudian dia keluar," ujar Kapolresta Palangkaraya Kombes Budi Santosa saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/9).

Saat ini anak korban MY disebut mengalami trauma usai peristiwa mengerikan yang terjadi di rumahnya. MY pun sudah dalam penanganan keluarga.

"Kalau trauma pastilah, karena bapaknya dan ibunya mengalami kejadian seperti itu, tapi untuk sekarang sudah sama kakaknya. Tadi sudah kita periksa dan sudah normal," pungkasnya.



Simak Video "Santap Lezat Kuliner Khas Palangkaraya"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)