Mahfud Md Geram, Dana Otsus Papua Era Lukas Enembe Rp 500 T Tak Jadi Apa-Apa

Berita Nasional

Mahfud Md Geram, Dana Otsus Papua Era Lukas Enembe Rp 500 T Tak Jadi Apa-Apa

Tim detikJatim - detikSulsel
Jumat, 23 Sep 2022 16:49 WIB
Mahfud Md di Malang
Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Menko Polhukam Mahfud Md kembali angkat bicara terkait kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Mahfud mengaku geram karena anggaran otsus Papua Rp 500 triliun di era Lukas Enembe menjabat tidak berdampak apa-apa karena rakyat Papua tetap miskin.

Dilansir dari detikJatim, Mahfud menyebut dana yang dikeluarkan pemerintah selama Otsus Papua cukup besar. Sejak tahun 2001, jumlah dana yang digelontorkan mencapai Rp 1000,7 triliun. Selama Lukas Enembe memimpin, jumlahnya mencapai Rp 500 triliun.

"Tidak jadi apa-apa, rakyatnya tetap miskin, marah kita ini. Negara turunkan uang sampai Rp 1000,7 triliun melalui dana Otsus. Rakyatnya miskin sejak ada Undang-undang Otsus. Sejak zaman Lukas Enembe itu Rp 500 triliun lebih, rakyatnya tetap miskin," kata Mahfud Md kepada wartawan di kampus Unisma, Kota Malang, Jumat (23/9/2022).


Dia pun menyebut temuan dugaan korupsi Lukas Enembe senilai Rp 1 miliar hanya merupakan bukti awal. Mahfud juga mengatakan uang tunai yang yang telah diblokir dari rekening Lukas mencapai Rp 71 miliar.

"Satu miliar itu bukti awal yang sudah menjerat dia (Lukas). Sementara dugaan korupsinya banyak sekali, ada Rp 566 miliar dan ada Rp 71 miliar kontan yang sekarang kita tahan, kita blokir," beber Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud Md pernah mengatakan dugaan korupsi Lukas Enembe ini tidak hanya gratifikasi Rp 1 miliar. Mahfud mengungkap laporan PPATK ke KPK terkait pengelolaan uang Lukas Enembe yang jumlahnya ratusan miliar rupiah.

"Bahwa dugaan korupsi yang dijatuhkan kepada Lukas Enembe yang kemudian menjadi tersangka bukan hanya terduga bukan hanya gratifikasi Rp 1 miliar. Nih catatannya, ada laporan PPATK tentang dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpanan dan pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar, ratusan miliar dalam 12 hasil analisis yang disampaikan ke KPK," ujar Mahfud.

PPATK sebelumnya telah menyampaikan hasil analisis transaksi keuangan terkait Gubernur Papua Lukas Enembe yang saat ini menjadi tersangka di KPK. Dari penelusuran yang dilakukan, PPATK menemukan transaksi setoran tunai kasino judi menyangkut Lukas Enembe.

"Sejak 2017 sampai hari ini, PPATK sudah menyampaikan hasil analisis, 12 hasil analisis kepada KPK," kata Ketua PPATK Ivan saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta,Senin(19/9).

Simak juga video 'Kala Papua Memanas Usai Lukas Enembe Jadi Tersangka Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(urw/tau)