6 Oknum TNI AD Mutilasi 4 Warga Mimika Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Papua

6 Oknum TNI AD Mutilasi 4 Warga Mimika Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Wilpret Siagian - detikSulsel
Selasa, 06 Sep 2022 05:30 WIB
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Foto: Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. (Dok. Istimewa)
Mimika -

Enam oknum prajurit TNI AD ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi 4 warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua. Keenam oknum prajurit tersebut dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Polisi Militer mengenakan dan menetapkan pasal yang disangkakan adalah pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara," ujar Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat menggelar konferensi pers di Timika, Senin (5/9/2022).

Saleh mengungkapkan kasus ini tidak hanya menjerat enam oknum TNI AD. Empat warga sipil juga ditetapkan sebagai tersangka dan juga dijerat dengan pasal berlapis.


"Saat ini sudah pada tahap penyidikan, yang artinya sudah ada tersangka dan pasal-pasal hukumnya sudah ditetapkan yaitu pasal 340 KUHP dan pasal 365 KUHP sehingga pasal berlapis dan sudah olah TKP," bebernya.

Berkas perkara para tersangka kini diproses untuk dilengkapi. Diharapkan berkas kasus pembunuhan sadis ini bisa segera dilimpahkan ke pengadilan.

Mayjen Muhammad Saleh lantas berharap penyidik dapat mempercepat proses penyidikan sehingga ada kepastian dan keadilan hukum bagi semua pihak. Para pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal.

"Selanjutnya sekarang dalam proses penyempurnaan berkas-berkas dan akan bekerjasama dengan Kepolisian dan Komnas HAM untuk ke tahap berikutnya," tegas Saleh.

Saleh juga mengungkapkan bahwa dari hasil penyidikan diperoleh bukti para pelaku tidak hanya melakukan tindak pidana pembunuhan. Namun juga merampas uang milik korban.

"Para pelaku juga merampas uang milik para korban dan berupaya menghilangkan barang bukti dengan cara memutilasi jenazah keempat korban, kemudian membuangnya ke sungai dan membakar 1 unit mobil milik korban," tegasnya.

Awal Perkara saat Transaksi Senjata Api

Polisi mengungkap kasus pembunuhan dan mutasi terhadap 4 warga sipil di Mimika, Papua. Kasus ini melibatkan 6 oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) dan 3 pelaku berstatus warga sipil.

"Memang para pelaku ini kan dia membuat skenario untuk melakukan transaksi senjata api dengan para korban," ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat berbincang dengan detikcom, Minggu (4/9).

Pembunuhan sadis ini bermula saat pelaku dan korban, yakni Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi dan satu korban yang belum diketahui identitasnya sepakat untuk transaksi senjata api. Kelompok pelaku dan korban kemudian bertemu di sebuah tanah kosong di Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua, Senin (22/8).

"Pada saat di TKP saat transaksi yang mereka sepakati akhirnya korban ini melakukan penganiayaan," kata Putra.

Menurut Putra, korban menganiaya pelaku karena ternyata senjata api yang dijual tersebut palsu. Penganiayaan tersebut membuat korban dibunuh.

"Di situ sampai dibunuh lah para korban di situ," katanya.

Simak juga 'Perintah Jokowi ke Panglima TNI: Usut Tuntas Mutilasi Warga Mimika!':

[Gambas:Video 20detik]



(sar/hmw)