Sulawesi Barat

Kasus Pasutri Tewas Tak Kunjung Terungkap, Warga di Mamasa Geruduk Polsek

Abdy Febriady - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 20:35 WIB
Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mendatangi Polsek Aralle hari ini.
Foto: Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mendatangi Polsek Aralle hari ini. (dok.ist)
Mamasa -

Sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mendatangi Polsek Aralle hari ini. Mereka mempertanyakan perkembangan kasus pembunuhan pasangan suami istri Porepadang (54) dan Sabriani (50) yang belum terungkap.

"Maksud kedatangan kami untuk melakukan koordinasi dengan penyidik, untuk mempertanyakan progres dan juga untuk membantu keluarga dalam hal yang berkaitan dengan apa yang diketahui keluarga dalam hal pengungkapan," kata Rustam Tibonga, kuasa hukum yang ditunjuk keluarga korban kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Pantauan detikcom, ratusan warga melakukan long march sejauh 500 meter, dari rumah duka tempat almarhum disemayamkan menuju Polsek Aralle. Pihak keluarga dan tim kuasa hukum almarhum kemudian melakukan pertemuan dengan Kapolres Mamasa AKBP Harry Andreas.


Rustam Tibonga mengatakan dirinya sebagai kuasa hukum memiliki tugas untuk mengkoordinasikan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi dengan keluarga almarhum.

"Langkah selanjutnya ini yang kami lakukan, koordinasi dengan penyidik untuk mengetahui perkembangannya, supaya keluarga juga bisa tenang melakukan aktivitasnya," ujarnya.

Kendati demikian, Rustam mengaku pihaknya akan tetap menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke pihak kepolisian. Dia mengaku pihaknya hanya perlu kepastian hasil penanganan perkara.

"Teknis penyidikan pengungkapan perkara itu kewenangan penuh dari penyidik, kita percayakan sepenuhnya kepada penyidik, agar mereka leluasa dalam mengungkap, yakin kita penyidik sangat professional," tandasnya.

"Keterangan dari penyidik bahwa intinya mereka bekerja secara maksimal, Pak Kapolres sendiri sudah berupaya membuka pos di sini dan hampir tiap hari berkantor di Polsek Aralle, karena usaha semaksimal mungkin untuk ungkap perkara ini dan ini kami memberikan dukungan yang sangat maksimal," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Mamasa AKBP Herry Andreas enggan memberi komentar terkait perkembangan kasus ini. Meski begitu, dia membenarkan maksud kedatangan keluarga korban bersama kuasa hukum, untuk menanyakan perkembangan penyidikan.

"Keluarga korban telah menunjuk kuasa hukum dan tadi pihak kuasa hukum datang untuk menyerahkan salinan surat kuasa, sekaligus menanyakan perkembangan penyidikan," ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, warga Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, digegerkan kabar pembunuhan yang menimpa pasangan suami istri Porepadang (54) dan Sabriani (50), Minggu (7/8).

Kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak berlumuran darah, di dalam rumahnya. Selain kedua korban, salah satu anaknya bernama Marvel (14) juga ditemukan di lokasi kejadian, dalam kondisi tidak sadarkan diri dan terluka parah.



Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Sambu, Tenun Warisan Leluhur di Mamasa"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hmw)