Sulawesi Barat

Jenazah Pasutri Dibunuh di Mamasa Dimakamkan, Polisi Masih Selidiki Pelaku

Abdy Febriady - detikSulsel
Selasa, 09 Agu 2022 23:57 WIB
Jenazah pasutri tewas di Mamasa, Sulbar, dimakamkan.
Foto: Jenazah pasutri tewas di Mamasa, Sulbar, dimakamkan. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Jenazah pasutri Porepadang (54) dan Sabriani (50), korban dugaan pembunuhan di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) dimakamkan. Polisi yang masih melakukan penyelidikan atas kasus ini didesak segera mengungkap pelaku.

Pemakaman Porepadang berlangsung di Desa Kalabe, Kecamatan Aralle, Selasa siang (9/8). Sementara istrinya, Sabriani (50) dikuburkan lebih dulu di kampung halamannya, di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin kemarin (8/8).

"Harapan kami, semoga pihak keamanan dapat mengusut tuntas masalah ini dan pelaku dapat ditemukan dan diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya," kata salah satu saudara korban, Erni Kusnita kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).


Menurut Erni, tindakan pelaku menghabisi nyawa Porepadang sangat sadis dan menyakiti keluarga besarnya. Pihaknya meminta pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.

"Karena sangat menyakitkan hati perbuatannya, begitu sadis. Jadi harapan kami, semoga pelaku dapat diberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya, apa yang dilakukan kepada kakak kami (Porepadang), begitu juga hukuman yang diterima," tuturnya.

"Untuk itu kami serahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan, mereka yang lebih tahu, kami percaya pihak keamanan akan memberikan keadilan dari perkara ini," sambung Erni.

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus kematian pasutri tersebut. Sejauh ini penyidik sudah memeriksa 16 saksi.

"Sudah 12 (saksi) yang diperiksa, dan hari ini (Selasa) ditambah lagi empat orang, jadi total 16 orang saksi yang sudah diperiksa. Pelaku masih dalam penyelidikan," ungkap Syamsu Ridwan melalui pesan singkat.

Syamsu menilai ada dugaan motif perampokan yang menyebabkan korban tewas bersimbah darah. Meski tidak menutup kemungkinan adanya motif lain.

"Dugaan sementara ini perampokan, tapi masih terus didalami apa ada motif lain,"pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasutri di Mamasa ditemukan tewas bersimbah darah dengan masing-masing luka di kepala, di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Minggu pagi (7/8). Anak korban bernama Marvel (14) juga ditemukan di lokasi dalam kondisi kritis hingga dilarikan ke rumah sakit.



Simak Video "Palaku Pembunuhan Sadis IRT di Palopo Ternyata Sang Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)