Berita Nasional

Usulan Pengacara Agar Jokowi Angkat Brigadir J Jadi Pahlawan di HUT RI ke-77

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 08:20 WIB
Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat semasa hidup (foto: istimewa)
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengusulkan ke Presiden Jokowi untuk memulihkan nama kliennya di momen HUT RI ke-77. Ia menyebut Brigadir J sebaiknya diangkat sebagai pahlawan kepolisian yang gugur dalam melaksanakan tugas.

"Presiden RI, perlu mengambil sikap dan tindakan pada acara perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 77 untuk memulihkan harkat dan martabat serta nama baik Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat," kata Kamaruddin dalam keterangannya seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8).

"Mengangkat Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat sebagai Pahlawan Kepolisian RI yang gugur dalam tugas, rela berkorban untuk mengungkap kebobrokan Polri, sehingga perlu merevolusi Polri agar menjadi penegak hukum yang humanis dan berwibawa serta disegani dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat Indonesia dengan tulus dan ikhlas," imbuhnya.


Kamaruddin turut menyarankan pemerintah agar memberikan memberikan kompensasi materil dan immateril bagi orangtua Brigadir J.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penetapan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Penetapan itu menjadikan Ferdy Sambo sebagai tersangka keempat sejauh ini.

"Timsus menetapkan Saudara FS sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (9/8).

Polisi lebih dulu menetapkan tiga tersangka lainnya yaitu Bharada E atau Bharada Richard Eliezer, Brigjen Ricky Rizal, dan K. Oleh pihak kepolisian, Bharada E disangkakan Pasal 338 KUHP, Brigadir Ricky disangkakan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 terkait pembunuhan berencana, sementara pasal yang disangkakan terhadap K belum diketahui.

Dalam pernyataannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan peristiwa yang menyebabkan tewasnya brigadir J bukanlah tembak menembak, melainkan penembakan. Ia juga mengungkapkan Irjen Ferdy Sambo merupakan orang yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir Yoshua.

Motif Pembunuhan Brigadir J Masih Misteri

Hingga saat ini, motif Irjen Sambo memerintahkan Bharada E untuk tembak Brigadir J masih menjadi misteri. Menko Polhukam Mahfud Md menyebut bahwa motif kasus ini cukup sensitif dan hanya bisa didengar orang dewasa.

"Soal motif, biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam seperti dilansir dari detikcom, Selasa (9/8).

Mahfud Md menyerahkan sepenuhnya kepada Timsus Polri untuk menangani kasus ini. Ia menyebut polisi saat ini tengah menyusun konstruksi perkara penembakan Brigadri J.

"Biar nanti dikonstruksi motifnya," ujar Mahfud.



Simak Video "Eks Hakim Agung Khawatir Konstruksi Penyidik Kasus Brigadir Yosua Bias"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/hmw)