3 Warga di Pinrang Diduga Terlibat Perdagangan Anak Diamankan Polisi

Muhclis Abduh - detikSulsel
Kamis, 04 Agu 2022 10:53 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang
Pinrang -

Tiga warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) masing-masing inisial S (50), RJ (36) dan RL (49) diamankan polisi atas kasus dugaan perdagangan anak. Ketiganya dibekuk usai dicurigai menampung 4 balita asal Malaysia.

"Kami telah mengamankan tiga orang yang dicurigai terlibat kasus perdagangan anak," ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis kepada detikSulsel, Kamis (4/7/2022).

Muhalis menjelaskan awalnya pihaknya menerima informasi terkait 2 yang dicurigai akan melakukan perdagangan anak.


Polisi yang melakukan penyelidikan terhadap S (5) dan RJ (36). Kedua perempuan itu diamankan di wilayah Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Selasa (2/8).

"Kedua perempuan itu mengaku hanya sebagai pengasuh dari empat anak tersebut di rumah RL," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua perempuan tersebut bekerja sebagai pengasuh 4 balita di rumah pria bernama RL (49). Polisi kembali melakukan pengembangan hingga menemukan 4 balita di rumah RL di Desa Binanga Karaeng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Rabu (3/8).

"Kami menemukan empat balita di rumah RL yang didatangkan dari Malaysia yang kami curigai merupakan korban perdagangan anak," bebernya.

Muhalis menegaskan keempat balita tersebut dicurigai korban perdagangan anak. Apalagi keempatnya memiliki perawakan keturunan China dan India.

"Kami curigai (perdagangan anak) karena empat anak ini ada keturunan China dan India," jelasnya.

Saat ini pihaknya sementara berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mendalami apakah RL mendapatkan empat anak tersebut secara sah atau tidak. Sebab terduga pelaku berkilah empat anak tersebut dibawa dari Malaysia karena hendak dirawat.

"Kita sementara koordinasi dengan pihak imigrasi apakah dia (RL) dapat anak secara sah karena motifnya itu anak angkat yang mau dirawat," tandas Muhalis.

Muhalis menegaskan status ketiganya masih sebatas saksi. Pihaknya belum menetapkan status hukum ketiga.

"Kita dalami dulu asal usul empat anak ini dengan berkoordinasi dengan pihak imigrasi," jelasnya.



Simak Video "Dua Emak-emak di Pinrang Dibekuk Terkait Perdagangan Anak Lintas Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)