Berita Nasional

Saat Ahok Malas Buang-buang Waktu untuk Polisikan Pengacara Brigadir J

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 08:50 WIB
Ahmad Ramzy, pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Foto: Ahmad Ramzy, pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) batal melaporkan pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak ke pihak kepolisian. Ahok beralasan urusan ini hanya membuang waktunya saja.

"Karena Pak BTP menganggap 'buang waktu saya aja'," ungkap pengacara Ahok, Ahmad Ramzy seperti dilansir dari detikNews, Selasa (2/8/2022).

Ramzy menuturkan meskipun sudah melayangkan somasi namun tak ada sama sekali permintaan maaf dari pihak Kamaruddin Simanjuntak.


"Tidak ada (permintaan maaf)," jelasnya.

Kendati demikian kata Ramzy, Ahok memilih batal melaporkan Kamaruddin ke polisi. Menurutnya, laporan ke polisi disebut hanya membuang waktu Ahok saja.

"Pak BTP tak jadi membuat laporan polisi," tukasnya.

Ahok Dikait-kaitkan dengan Brigadir J

Kamaruddin sebelumnya menyinggung nama Ahok dalam kasus Brigadir J dalam diskusi virtual di kanal YouTube Perianto Zamasi. Kematian Brigadir J dikaitkan dengan pernikahan Ahok dengan ajudannya Puput Nastiti Devi.

"Oleh karena itu, saya melempar pertanyaan buat kita semua. Saya belajar dari kasus Ahok. Waktu itu Ahok menuduh Ibu Veronica (mantan istri Ahok) lah yang berselingkuh. Mungkin semua kita masih mengingat-ingat itu, bahkan Ahok paling sering menyebut nama Yesus, seolah-olah Ahok itu benar," jelasnya.

Kemudian Kamarudin menyinggung soal Ahok dan Puput yang kini sudah menjadi pasangan suami-istri.

"Tetapi ketika Ahok sudah dipenjara, tiba-tiba dia bikin janji perkawinan dengan ajudan ibu itu (Puput merupakan ajudan Veronica saat Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, red). Pertanyaan saya, kapan mereka pacaran, sehingga ketika Ahok di balik jeruji dan di balik tembok mengikat perjanjian kawin dengan ajudan ibu itu. Orang yang sudah dewasa dan sudah cerdas pasti memahami maksud saya ini," bebernya.

"Maka demikian juga yang terjadi dengan di Duren Tiga sana, apakah tidak kita berpikir bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Apakah kita tidak berpikir bahwa almarhum ini adalah yang mengetahui, misalnya--ini misalnya ya--dugaan terjadinya seperti Ahok tadi, atau dugaan terjadinya misalnya perselingkuhan. Sehingga karena dia saksi, misalnya, atau semacam whistle blower kepada nyonya (istri Ferdy Sambo), maka dia harus dihabisi, ya dicatat. Kalau saya berkata-kata sesuatu bisa saja penting," tukasnya.

Akibat pernyataan Kamaruddin yang mengaitkan Ahok dengan kematian Brigadir J tak diterima pihak Ahok. Sehingga Ramzy berkonsultasi ke Polda Metro Jaya.

Pihaknya lantas mebdatangi Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi perihal ucapan Kamarudin yang mengungkit nama Ahok dan istrinya, Puput Nastiti Devi. Menurut Ramzy, ucapan dari Kamarudin Simanjuntak memiliki muatan pidana.

"Saya sudah berkonsultasi dengan penyidik bahwa menurut penyidik telah cukup unsur mengaitkan pencemaran nama baik dan berita bohong," kata Ramzy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/7).



Simak Video "Pengacara Brigadir J Sentil Febri yang Jadi Pengacara Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/asm)