Berita Nasional

Beragam Penjelasan Ahli usai Ramai 'Otak Pindah ke Perut' Setelah Autopsi

Tim detikHealth, Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 03 Agu 2022 07:40 WIB
Ilustrasi autopsi ulang jenazah Brigadir J
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pengacara Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap otak kliennya pindah ke rongga perut setelah autopsi ulang. Ahli kedokteran forensik Universitas Indonesia (UI) dr Budi Sampurna lalu menjelaskan ada beragam cara dan kebiasaan saat autopsi.

Pada umumnya di Indonesia jaringan tubuh akan dikembalikan ke tempat semula setelah proses autopsi. Namun di sejumlah negara lain seperti Jerman, Amerika, dan Belanda, adalah lumrah jika otak diletakkan di area perut setelah autopsi.

"Mengapa tidak dikembalikan di kepala? Karena kepala itu sudah dipotong tulangnya. Kalau otak itu nanti mencair, maka dia bisa merembes ke situ dan bisa keluar," kata dr Budi seperti dilansir dari detikHealth, Selasa (2/8/2022).


"Oleh karena itu mereka mengatakan, kalau di kami, tidak kita masukkan kembali ke kepala tetapi kepala itu nanti sudah ditutup seperti kapas, atau ada khusus lah semacam kertas ditaruh situ. Kemudian potong lagi tengkoraknya dan boleh ditutup," sambung dr Budi.

Menurut dr Budi, pemotongan tengkorak dilakukan dengan cara tertentu agar ketika otak dikembalikan ke area kepala dalam posisi tiduran sehingga cairannya pun bisa tertampung.

"Kepala itu kan dipotong tulangnya. Cara memotongnya kalau di kita itu dibikin siku sehingga nanti waktu ditaruh lagi itu akan tetap dan bisa menampung otak pada waktu dia tiduran," jelasnya.

"Kalau di negara lain tadi yang di Jerman, dia dipotongnya lurus saja begitu dari depan ke belakang seperti topi. Sehingga nanti kalau dikembalikan ke situ otaknya kemudian ditutup, maka si tulang ini kan geser-geser nih. Geser-geser itu bisa mengakibatkan otaknya yang nantinya menjadi cair itu akan menjadi keluar, rembes," imbuh dr Budi.

dr Budi juga menegaskan bahwa setiap negara bisa memiliki tata cara berbeda terkait pengembalian jaringan tubuh setelah proses autopsi. Hanya di beberapa negara, otak memang lumrah diletakkan di perut pasca autopsi untuk mencegah cairan merembes.