Perkara Ditagih Utang Rp 100 Ribu Bikin Pasutri Tega Bunuh-Buang Mayat Wanita

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 03 Jul 2022 09:15 WIB
Mayat wanita dalam karung di Makassar (Dok. Istimewa).
Foto: Mayat wanita dalam karung di Makassar (Dok. Istimewa).
Makassar -

Polisi mengungkap perkara ditagih utang Rp 100 ribu menjadi motif pasutri inisial DT (41) dan DN (27) membunuh wanita bernama Daeng Nillang (65) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mayat korban kemudian dibungkus karung dan dibuang ke tepi jalan dekat sebuah tanggul di wilayah Kabupaten Gowa.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak mengatakan korban awalnya memberikan pinjaman senilai Rp 500 ribu kepada pelaku DN. Belakangan korban datang ke rumah kontrakan tersangka untuk menagih uang pinjaman seperlunya, yakni Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu dari total pinjaman Rp 500 ribu tersebut.

"Jadi pelaku (wanita DN) itu harus membayar setiap hari Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu utangnya itu, tapi tidak mampu," ungkap AKBP Rheonald saat dihubungi detikSulsel, Sabtu (2/7).


DN dan Daeng Nillang kemudian terlibat cekcok karena setiap kali korban datang menagih, pelaku DN selalu tidak mampu membayar utangnya. Padahal saat itu korban hanya menagih Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu saja.

Cekcok yang pertama antara korban dan pelaku DN terjadi pada Minggu (29/5). Rheonald mengatakan cekcok tersebut terbilang hebat karena korban terus mendesak agar pelaku melunasi utangnya.

"Ditagih terus, ditagih terus, akhirnya di tanggal 29 Mei itu sempat berdebat keras dari mulut yang lumayan," kata Rheonald.

Rheonald mengatakan cekcok korban dan pelaku DN juga terjadi pada keesokan harinya, Senin (30/5). Pasalnya korban kembali datang dan menagih uangnya, namun DN tak kunjung membayar tagihan Rp 100 ribu tersebut.

"Mungkin di situ mulai memicu sakit hatinya (pelaku), nah tanggal 30 paginya di situlah (Daeng Nillang dibunuh)," ungkap Rhoenald.

Polisi mengungkap Daeng Nillang awalnya mendorong anak pelaku saat cekcok. Pelaku DN yang emosi membalas dengan cara memukul korban pakai batu bata, selanjutnya korban juga ditusuk dengan pisau dapur berkali-kali.

"Dipukul batu paving block. Kemudian ditusuk menggunakan pisau berkali-kali pada bagian perut sehingga korban mengalami pendarahan serius dan meninggal dunia," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar Iptu Hamka kepada detikSulsel, Jumat (1/7).

Diketahui, saat pembunuhan pelaku DN hanya bersama anaknya di rumahnya. Dia kemudian menceritakan insiden itu kepada suaminya saat pulang dari bekerja.

"Setelah itu pelaku menunggu suaminya pulang kerja dan menyampaikan apa yang terjadi pada suaminya," kata Hamka.

DT yang mengetahui pembunuhan yang dilakukan oleh istrinya akhirnya ikut terlibat. DT berperan memasukkan jenazah korban ke dalam karung dan membuangnya di semak-semak dekat tanggul di wilayah Somba Opu, Gowa.

"Akhirnya pada malam itu juga sekitar jam 12 malam suaminya mengambil inisiatif membuang jenazah korban dibungkus pakai karung, dia siapkan karung dibawa ke daerah Gowa," katanya.



Simak Video "Polisi Ciduk Pembunuh Mayat dalam Karung di Legok"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)