Sulawesi Tenggara

Cinta Segitiga di Balik Pembunuhan Sadis Staf Pengadilan Agama Kolaka

Tim detikSulsel - detikSulsel
Jumat, 01 Jul 2022 06:15 WIB
Polisi jumpa pers kasus pembunuhan staf Pengadilan Agama Kolaka (Dok. Istimewa).
Foto: Polisi jumpa pers kasus pembunuhan staf Pengadilan Agama Kolaka (Dok. Istimewa).
Kolaka -

Polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Firdaus (37), Staf Pengadilan Agama Kolaka yang sempat hilang misterius lalu ditemukan tewas mengenaskan di tepi pantai. Pelaku pembunuhan adalah pria inisial Z (41) karena terlibat konflik cinta segitiga dengan korban.

Pelaku Z awalnya memergoki pacarnya, wanita inisial IN sedang bersama korban di kawasan wisata kuliner Tugu BRI Kolaka, Minggu (19/6) malam. Pelaku yang cemburu dan emosi kemudian menampar wanita IN.

"Pelaku tanpa sengaja melihat kekasihnya sedang duduk bersama korban. Pelaku dengan rasa cemburu menghampiri IN dan menamparnya sembari meminta hubungan mereka diakhiri saja," ujar Kasubsi Penmas Polres Kolaka Aipda Riswandi kepada wartawan, Kamis (30/6).


Penganiayaan tersebut membuat korban tersulut emosi dan menantang pelaku untuk duel. Pelaku kemudian merespons tantangan itu dengan menendang korban hingga terjatuh ke pantai.

"Korban kemudian mengajak pelaku untuk turun ke laut beradu jotos. Pelaku emosi kemudian turun ke laut menghampiri korban," katanya.

Perkelahian kemudian berlanjut yang mana pelaku kembali memukul korban tepat di bagian lehernya. Korban melakukan perlawanan, namun pelaku mengeluarkan sebilah badik dan menikam korban.

"Pelaku yang membawa badik saat itu kemudian menikam korban pada bagian perut. Usai menikam korban tersangka kemudian membuang badiknya ke laut setelah itu pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor," imbuhnya.

Peristiwa Hilangnya Korban

Sebelumnya, korban dinyatakan hilang pada malam kejadian, Minggu (19/6). Keluarga korban juga sempat membuat laporan orang hilang di kantor polisi.

"Sudah kita lapor di polisi ketika hilang 1x24 jam," tutur Firmansyah, adik kandung korban.

Namun tiga hari berselang, sekitar pukul 07.00 Wita, Rabu (22/6), korban Firdaus ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Kayu Angin. Mayatnya pertama kali ditemukan oleh Jaenab, seorang warga sekitar pantai.

"Mayat tersebut diduga Firdaus yang menghilang hari Minggu (19/6) sekitar pukul 19.00 Wita dengan alasan untuk pergi takziah," kata Aipda Riswandi dalam keterangannya, Rabu (22/6).

Aksi Jaenab awalnya mengira jenazah yang dilihatnya boneka. Namun begitu didekati, ternyata itu adalah jasad Firdaus.

"Jaenab mendekati dan melihat mayat laki-laki dengan posisi terlentang," ujarnya.

Simak ulasan selengkapnya kondisi jenazah korban penuh luka-luka.