Berita Nasional

Kejinya Ibu di Surabaya Bunuh Bayinya lalu Asyik Liburan

Tim detikJatim - detikSulsel
Selasa, 28 Jun 2022 11:06 WIB
Eka (25) penganiaya bayinya hingga tewas di Surabaya
Foto: Eka (25) penganiaya bayinya hingga tewas di Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Eka Sari Yuni Hartini (25), seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) ditetapkan menjadi tersangka karena membunuh bayi kandungnya yang masih berusia 5 bulan. Saat anaknya tewas pelaku justru liburan ke Yogyakarta sehingga jasad korban ditemukan membusuk.

Kasus ini bermula saat Eka menitipkan bayinya ke rumah ibu kandungnya inisial ESB di Gang Anggur, Siwalankerto Tengah. Bayi itu kemudian meninggal dan ESB melaporkan kepada Eka soal insiden itu pada Kamis (23/6).

Tersangka Eka disebut sempat mengecek bayinya yang meninggal. Namun bukannya berkabung dan mengurus jasad bayinya, tersangka Eka malah pergi liburan ke Yogyakarta.


"Anaknya (Eka) langsung naik ke atas lihat terus bilang 'wis jarno ae mbah uti. meneng ae ojo ngomong sopo-sopo sik, engko aku gak sido budal (ke Jogja)'," ujar ESB menirukan ucapan tersangka seperti dilansir dari detikJatim.

Tersangka Ancam Bunuh Ibu Kandungnya

Sebelum liburan, tersangka Eka sempat berpesan kepada ibu kandungnya, ESB agar tidak melaporkan kejadian tewasnya korban. Tersangka juga mengancam akan membunuh ESB apabila berani buka mulut.

"Saya takut kalau dibunuh sama Eka. Iya saya diancam," ujar ESB.

Ancaman pembunuhan tersangka kepada ibu kandungnya turut dibenarkan oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itulah ESB sempat menunda melaporkan sehingga jasad bayi korban membusuk.

"Saksi memang diancam akan dibunuh oleh E (Eka) apabila memberitahu orang lain tentang peristiwa ini," terang Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Ristianto.

Terungkap Bayi Dibunuh

Polisi yang turun tangan melakukan penyelidikan lantas menemukan fakta bahwa tersangka Eka telah membunuh bayi kandungnya. Terungkap korban tewas karena sempat dibanting ke kasur sebanyak dua kali oleh tersangka.

Bantingan itu membuat korban mengalami pecah pembuluh darah. Hal inilah yang menjadi sebab bayi meninggal.

"Di bagian kepala belakang korban keluar cairan. Dari hasil dari penyelidikan tim INAFIS, cairan itu merupakan akibat benturan di mana ada penggumpalan darah dan mengakibatkan cairan ada pemecahan pembuluh darah," kata Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke.

Dia juga mengatakan bahwa bayi yang dibanting langsung terdiam. Namun tersangka tidak puas sehingga dia membalikkan badan korban dan memukul di bagian punggung dengan tangan kosong.

"Korban terdiam tidak menangis dan membalikkan tubuh korban dalam keadaan telungkup, kemudian memukul dengan telapak tangan," ujar Kapolsek Roycke.

Simak selengkapnya motif tersangka tega membunuh bayinya



Simak Video "Momen CT hingga Khofifah Hadiri Pembukaan Trans Icon Mall Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]