Analisis Psikolog soal Ibu di Surabaya Aniaya Bayinya hingga Tewas

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 27 Jun 2022 22:46 WIB
Penganiayaan bayi 5 bulan wonocolo surabaya
Eka, ibu yang menganiaya anaknya sendiri hingga tewas. (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Eka Sari Yuni Hartini (25) warga Siwalankerto Tengah Gang Anggur, Surabaya tega menganiaya bayinya yang masih berusia 5 bulan hingga tewas. Kepada polisi, Eka mengaku emosi karena anaknya kerap rewel. Lantas, bagaimana kata psikolog soal kasus pembunuhan ini?

Psikolog Klinis SDM Reisqita Vadika MPsi mengatakan, Eka kemungkinan tidak mengalami baby blues syndrome. Mengingat, baby blues syndrome paling lama terjadi maksimal 2 minggu pascamelahirkan. Baby blues syndrome sendiri merupakan perasaan sedih yang dialami ibu pada masa-masa awal setelah melahirkan.

"Kemungkinannya kecil ya, mengingat baby blues biasanya hanya berlangsung selama 1-2 pekan setelah melahirkan," kata Qiqi-sapaan akrab Reisqita Vadika saat dihubungi detikJatim, Senin (27/6/2022).

Saat ditanya soal postpartum depression, Qiqi mengaku perlu ada pemeriksaan lebih lanjut. Berdasar hasil penelitian, postpartum depression memang akan meningkat pada kehamilan berikutnya.

"Terlebih bila ibunya memang memiliki riwayat masalah kesehatan mental atau postpartum depression dari kehamilan pertama yang belum selesai ditangani. Tapi saya tidak bisa menjawab pasti ya atau tidak, karena saya tidak melakukan pemeriksaan langsung terhadap yang bersangkutan," jelasnya.

"Namun, ketika gejala baby blues sudah berlangsung lebih lama dan lebih intens disertai kehilangan minat, ada keinginan untuk menyakiti diri atau bayi, maka kemungkinan sudah mengarah pada postpartum depression," ujarnya.

Dirangkum detikJatim dari berbagai sumber, postpartum depression adalah kondisi depresi jangka lama pascamelahirkan. Penyebabnya karena kelahiran bayi yang kemudian menimbulkan dorongan emosi yang kuat. Gejalanya bisa berupa insomnia, hilang nafsu makan, kesulitan membangun ikatan dengan bayi, hingga mudah marah. Kondisi ini bisa berlangsung bulanan atau lebih.

Polisi bilang perlakuan tersangka ke anak keduanya memang lebih kasar, kenapa? Simak di halaman selanjutnya.