Sulawesi Utara

Melihat Lagi Kasus Bocah Sulut Perkosa Siswi di Kuburan Kini Jadi Tersangka

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 25 Jun 2022 06:00 WIB
Ilustrasi makam
Ilustrasi pemerkosaan di kuburan (Foto: Thinkstock)
Minahasa Selatan -

Kasus bocah inisial NK (14) memperkosa siswi SMP berusia 13 tahun di area kuburan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) memasuki babak baru. NK kini ditetapkan menjadi tersangka.

Kasus ini bermula saat bocah NK mengajak korban untuk jalan-jalan. Tapi rupanya NK membawa korban ke pekuburan di Desa Bongkudai Baru dan Desa Pinasungkulan, Kamis (7/4). Begitu di lokasi NK mengajak korban berhubungan badan.

"Saat sampai, terlapor langsung mengajak korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri (akhirnya korban diperkosa)," kata Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Lesly Lihawa kepada detikcom, Rabu (25/5).


Pelaku Viralkan Pemerkosaan

NK juga terungkap merekam video saat dia memperkosa korban. NK diketahui berpura-pura hanya menyalakan lampu kamera ponselnya.

"Terlapor menyalakan video dengan cahaya blits dan membohongi korban dengan mengatakan bahwa cahaya yang keluar dari HP itu hanya senter," kata Lesly.

Belakangan korban terkejut karena video pemerkosaan yang ia alami tiba-tiba tersebar di media sosial. Rupanya video itu sengaja diviralkan oleh NK.

"Beberapa hari kemudian hasil rekaman itu dikirimkan terlapor (pelaku) kepada teman-teman terlapor sehingga video tersebut viral di media sosial," ungkap Lesly.

Karena insiden ini, orang tua korban langsung melaporkan pemerkosaan itu ke polisi. Dalam prosesnya penyidik memeriksa sejumlah saksi.

Tersangka Dijerat UU Perlindungan Anak

Dalam perkembangan kasusnya, polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka hingga dijerat UU Perlindungan Anak.

"Sudah ditetapkan tersangka inisial NK Jumat (17/6) lalu," kata Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan Iptu Lesly Lihawa kepada detikcom, Jumat (24).

Kendati demikian, bocah NK tidak ditahan meski jadi tersangka. Pelaku yang juga berstatus anak di bawah umur menjadi pertimbangan penyidik.

"Berdasarkan Pasal 32 UU perlindungan anak, jika ada jaminan orang tua maka bisa tidak dilakukan penahanan," ujarnya.

Lihat juga video 'Perkosa Siswi SMP, Kuli Bangunan di Purwakarta Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/tau)