Jaksa Tolak Eksepsi Perwira Polda Sulsel AKBP Mustari Bantah Perkosa ABG

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Kamis, 02 Jun 2022 13:06 WIB
Polisi Sulsel AKBP M tersangka pemerkosa siswi SMP menjalani sidang etik. (Hermawan/detikSulsel)
Foto: Polisi Sulsel AKBP M tersangka pemerkosa siswi SMP menjalani sidang etik. (Hermawan/detikSulsel)
Gowa -

Jaksa penuntut umum membantah eksepsi AKBP Mustari, perwira Polda Sulsel selaku terdakwa kasus pemerkosaan remaja putri di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jaksa meminta majelis hakim melanjutkan pemeriksaan pokok perkara AKBP Mustari.

"Memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memutuskan menolak eksepsi terdakwa dan penasihat hukum. Memerintahkan pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan," kata Jaksa Andi Ichlazul Amal, Kamis (2/6/2022).

Bantahan eksepsi disampaikan jaksa di Ruang Sidang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Rabu (25/5). Jaksa menilai pembelaan terdakwa Mustari yang mengaku hanya mempekerjakan korban sehingga dakwaan jaksa kabur tidak memiliki relevansi.


"Kami penuntut umum tidak akan menanggapinya lebih jauh. Kami tidak melihat relevansi antara awal mula terdakwa mempekerjakan anak (korban) dengan dakwaan penuntut umum kabur," kata Andi.

Jaksa juga keberatan terhadap bantahan terdakwa yang menuding dakwaan perbuatan asusila sangat tidak berdasar. Jaksa menegaskan dakwaan sudah berdasarkan fakta hukum dan alat bukti dalam berkas perkara.

"Dakwaan penuntut umum didasarkan pada fakta hukum dan alat bukti yang diajukan dalam berkas perkara. Dan telah memuat secara jelas locus dan tempus delicti serta menguraikan secara rinci dengan bahasa yang jelas bagaimana tindak pidana dilakukan terdakwa," jelas Andi.

Oleh sebab itu jaksa meminta agar seluruh bantahan AKBP Mustari dalam sidang pembacaan eksepsi dikesampingkan majelis hakim .

"Sehingga keberatan terdakwa dan penasihat hukum sebagaimana yang diuraikan di atas merupakan suatu hal yang tidak berdasar dan patut untuk dikesampingkan," jelasnya.

Dengan demikian, jaksa tetap pada dakwaannya meyakini AKBP Mustari melanggar Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 2 UU 17 tentang Perlindungan Anak. Jaksa bahkan menuding AKBP Mustari

"Pemerkosaannya beberapa kali, makanya ada Juncto di Pasal 65 dan 64 (KUHP) perbuatannya berlanjut beberapa perbuatan," katanya.



Simak Video "Bentrok Sesama Suporter PSM Makassar di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)