Eksepsi Polisi Sulsel AKBP Mustari, Bantah Perkosa ABG-Bantu Sekolah Korban

Muh Ishak Agus - detikSulsel
Kamis, 26 Mei 2022 12:15 WIB
AKBP M menjalani sidang kode etik.
Perwira Polda Sulsel AKBP Mustari mengajukan eksepsi membantah memperkosa remaja putri Foto: (Hermawan Mappiwali/detikSulsel)
Gowa -

Perwira Polda Sulawesi Selatan (Sulsel)AKBP Mustari didakwa melakukan pemerkosaan berkali-kali terhadap remaja putri. Terdakwa AKBP Mustari lantas mengajukan eksepsi atau pembelaan yang membantah pemerkosaan dan mengatakan dirinya selama ini justru membantu membayar biaya sekolah korban.

Eksepsi AKBP Mustari dibacakan di Ruangan Sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Gowa, Rabu (25/5). Terdakwa menuding tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya bersifat sepihak atau tak sesuai prinsip hukum.

"Itu (eksepsi) dinyatakan tidak sesuai prinsip hukum atau dengan kata lain hanya berdasarkan yang bersifat berdiri sendiri, atau bersifat kata-kata omongan dari saksi (korban) sendiri," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Andi Ichlazul Amal menjelaskan eksepsi terdakwa, Kamis (26/5/2022).


Terdakwa Mustari disebut menegaskan ancaman dan pemerkosaan itu hanyalah omongan korban saja. Sementara terkait visum, AKBP Mustari juga membantah bahwa luka itu akibat perbuatannya melainkan luka itu sudah lama.

"Ada visum yang dia bantah itu karena di hasil visum kan ada luka bekas robek yang lama. Jadi dia berusaha mengaburkan bahwa eksepsi bahwa apakah si Mustari ini yang melakukan persetubuhan. Sehingga ada visum luka robek, artinya luka lama," jelasnya.

Kemudian dalam eksepsi selanjutnya, Mustari mengaku awalnya ia menolak korban untuk bekerja di rumahnya sebagai asisten rumah tangga. Alasannya karena korban masih di bawah umur.

"Akhirnya dia jelaskan bahwa awalnya si terdakwa menolak anak itu bekerja di situ. Dikarenakan masih anak-anak," ungkapnya.

Namun karena merasa iba, Mustari pun memperkerjakan korban dan akan dibantu dibayarkan uang sekolahnya. Akan tetapi, korban hanya diperintahkan untuk membersihkan di area luar rumah AKBP Mustari saja di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

"Tetapi tetap (dipekerjakan) tapi dibantu untuk bayar uang sekolahnya dan anak itu tidak pernah masuk di dalam rumahnya (terdakwa AKBP Mustari)," terangnya.

Selain itu, Mustari juga tidak mengikat jam kerja korban selama bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya. Bila selesai waktu sekolah, korban dibolehkan datang ke rumah Mustari untuk bekerja.

"Dia (AKBP Mustari) bilang datang saja kapan ada waktumu. Datang saja ke rumah kalau ada waktu mu, kamu datang. Tetap saya biayai sekolahmu Rp 350 ribu per bulan. Dia katanya hanya membersihkan di pekarangan rumah. Tidak masuk ke rumah," jelasnya.

"Intinya membantah. Pekan depan Tanggapan dari JPU atas eksepsi dari terdakwa," tandasnya.

AKBP Mustari Didakwa Melakukan Pemerkosaan Berkali-kali

Pada sidang sebelumnya dengan agenda dakwaan, Rabu (18/5) lalu, AKBP Mustari didakwa jaksa penuntut umum (JPU) memperkosa gadis ABG berkali-kali. Jaksa meyakini AKBP Mustari melanggar Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 2 UU 17 tentang Perlindungan Anak.

Asrul menjelaskan pemerkosaan yang dilakukan AKBP Mustari terjadi lebih dari satu kali alias berkali-kali. Dalam dakwaan jaksa perbuatan AKBP mustari dapat dikatakan sebagai perbuatan berlanjut.

"Pemerkosaannya beberapa kali, makanya ada Juncto di Pasal 65 dan 64 (KUHP) perbuatannya berlanjut beberapa perbuatan," kata Asrul.



Simak Video "Rekonstruksi Detik-detik Penembakan Petugas Dishub Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)