Sulawesi Utara

Senjata Api Selundupan dari Filipina di Sulut Buatan Italia, Total 8 Pucuk

Trisno Mais - detikSulsel
Jumat, 20 Mei 2022 13:43 WIB
Senjata api UZI di Sulut yang dikirim dari Filipina merupakan buatan Italia (detikcom/Trisno Mais)
Foto: Senjata api UZI di Sulut yang dikirim dari Filipina merupakan buatan Italia (detikcom/Trisno Mais)
Manado -

Polisi mengungkap penyelundupan senjata api jenis UZI yang dikirim dari Filipina ke Papua melalui Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) merupakan buatan Italia. Sedikitnya total ada delapan pucuk senjata api UZI yang disita polisi.

"Senjata api UZI Col made in Italy," demikian tertulis dalam register barang bukti polisi nomor BB/V/2022/Reskrim.

Dua pelaku penyelundupan inisial OM (18) dan FM (22) sudah ditangkap. Namun olisi mengaku belum dapat menyampaikan bagaimana cara kedua pelaku memperoleh senjata api ilegal ini di Filipina.


"Berdasarkan informasi sementara mereka mengambil dari Philipina. Kemudian, diduga juga dibawa ke Papua," kata Kapolda Sulut Irjen Mulyatno saat jumpa pers di Polda Sulut, Jumat (20/5/2022).

Selain menyita delapan pucuk senjata api semi otomatis UZI, polisi juga menyita 40 butir amunisi senjata api kaliber 9 mm.

Saat ditanya apakah kedua pelaku penyelundupan memiliki sindikat di Filipina, polisi mengaku pihaknya belum mengetahui lebih lanjut. Penyelidikan masih berlanjut.

"Mereka ini belum diketahui, apakah mereka ini sindikat atau bukan. Yang jelas mereka baru diketahui saat ini," kata Mulyatno.

Diberitakan sebelumnya, terungkapnya kasus ini bermula saat polisi menerima informasi masyarakat soal dugaan penyelundupan senjata api dan amunisi ilegal pada Minggu (15/5) pukul 06.00 Wita.

Tim dari Polres Minahasa Utara kemudian turun melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi mengamankan pelaku OM di wilayah Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.

"Setelah dilakukan penggeledahan terhadap lelaki OM, didapati barang bukti berupa 1 (satu) pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI dan 15 (lima belas) butir amunisi kaliber 9 mm," ungkap Mulyatno.

Pengembangan kasus dilakukan polisi dengan berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Sangihe. Hasilnya polisi gabungan menangkap pelaku FM wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (16/5).

Saat rumah FM di Kecamatan Tamako digeledah, polisi menemukan ditemukan 25 butir amunisi kaliber 9 mm. FM kemudian mengaku menimbun 5 senjata api lainnya di area perkebunan tak jauh dari rumahnya.

"Dan setelah dilakukan penggalian tanah, ditemukan barang bukti berupa 5 (lima) pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI," tuturnya.

Berlanjut pada hari berikutnya, Rabu (18/5), polisi kembali menemukan 2 senjata api yang disembunyikan OM dan FM di dalam kotak speaker aktif di rumah seorang warga di wilayah Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.



Simak Video "Momen Pemusnahan 13.000 Senjata Api di Chili"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)