Maluku

Saat Pegawai Pemkot Ambon Kepergok Bakar Berkas Diduga Terkait Suap Walkot

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 19 Mei 2022 08:30 WIB
KPK menggeledah Kantor Wali Kota Ambon.
Foto: KPK menggeledah Kantor Wali Kota Ambon. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Seorang pegawai Pemkot Ambon, Maluku kepergok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membakar sejumlah dokumen atau berkas penting. Berkas tersebut diduga terkait kasus suap Wali Kota Ambon Richard Louhennapessy.

Aksi pegawai tersebut dipergoki saat KPK sedang melakukan penggeledahan di Kantor Wali Kota Ambon. Penggeledahan ini untuk mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Richard.

Diketahui, Richard sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas perkara dugaan pemberian hadiah atau janji terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon.


"Benar, Selasa (17/5), Tim Penyidik KPK mendapati oknum pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemkot Ambon yang diduga atas perintah atasannya," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada detikcom, Rabu (18/5/2022).

Pegawai tersebut berupaya memusnahkan sejumlah dokumen di dalam toilet. Namun aksinya dipergoki dan langsung diamankan oleh Tim Penyidik KPK yang sementara melakukan penggeledahan.

"Melakukan tindakan pemusnahan berbagai dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara ini," beber Ali.

"Seketika juga, Tim Penyidik langsung mengamankan dan memeriksa oknum tersebut untuk menggali motif perbuatannya," tambahnya.

Terkait perkara ini, KPK mewanti-wanti berbagai pihak yang berupaya menghalang-halangi proses penyidikan. Apabila ditemukan ada unsur kesengajaan, KPK akan melakukan tindakan tegas.

"Apabila ditemukan ada kesengajaan dari pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan dimaksud, KPK tidak segan dan tegas akan menerapkan aturan hukum sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 21 UU Tipikor," tegasnya.

KPK Bawa 5 Koper-Segel 2 Ruangan di Kantor Wali Kota

Kantor Wali Kota Ambon digeledah KPK usai Wali Kota Richard Louhennapessy ditetapkan sebagai tersangka. Dalam penggeledahan itu, KPK membawa lima koper dan menyegel dua ruangan di Kantor Wali Kota Ambon.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (17/5), rombongan tim KPK tiba di Kantor Wali Kota Ambon sekitar pukul 11:00 WIT dengan beranggotakan 12 penyidik. Mereka tiba di halaman parkir utama menggunakan enam mobil dikawal anggota Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap.

Sesaat setelah tiba, para penyidik turun dari mobil dan terlihat membawa koper besar. Mereka kemudian langsung masuk ke Kantor Balai Kota Ambon dan langsung naik ke ruang kerja Richard.

Penggeledahan tersebut berlangsung hingga pukul 13.00 WIT. Penyidik kemudian menyegel dua ruangan di PTSP Ambon menggunakan stiker berlogo KPK.

Penggeledahan berakhir pukul 22.45 WIT. KPK membawa barang bukti tiga koper besar dan dua koper sedang setelah 11 jam melakukan penggeledahan.

Bawa 4 Koper dari PUPR-Rumah Dinas Wali Kota

KPK melanjutkan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR dan Rumah Dinas Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy. Dalam penggeledahan hari kedua ini, KPK membawa tiga koper dokumen dari Kantor Dinas PUPR dan satu dari Rumah Dinas Wali Kota.

Pantauan detikcom, Rabu (18/5), mobil rombongan Tim Penyidik KPK tiba sekitar pukul 08.55 WIT di Kantor Dinas PUPR Ambon, Jalan Yan Paays. Mereka datang menggunakan empat mobil.

Ada enam penyidik KPK yang terlihat datang di Kantor Dinas PUPR Ambon. Rombongan kemudian langsung naik ke lantai dua kantor yang merupakan ruangan kerja Kadis PUPR Ambon.

Penggeledahan tersebut berlangsung hingga pukul 16.10 WIT. Penyidik membawa tiga koper besar yang langsung dinaikkan ke dalam mobil dikawal anggota Brimob bersenjata lengkap.

Selanjutnya, penyidik kemudian melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Wali Kota di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Terlihat empat mobil yang ditumpangi penyidik terparkir di halaman rumdis.

Penyidik kemudian keluar setelah kurang lebih satu jam melakukan penggeledahan dengan membawa satu koper berisi dokumen.



Simak Video "Mardani Maming Jadi Buronan KPK, Ini Ciri-ciri Fisiknya"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)