Dugaan Penipuan Arisan Online Soppeng, Polisi Bakal Periksa Bandar-Saksi

Agung Pramono - detikSulsel
Senin, 16 Mei 2022 18:50 WIB
Woman using smartphone. The concept of using the phone is essential in everyday life.
Ilustrasi arisan online. Foto: iStock
Soppeng -

Polisi akan segera melakukan pemeriksaan terhadap bandar arisan online bernama Indah di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) atas dugaan penipuan. Indah sebelumnya dilaporkan membernya karena belum membayarkan uang arisannya.

"Kami sudah akan melakukan pemanggilan untuk saksi dan owner, dan pasti kami akan periksa. Untuk detilnya kami tidak bisa beri tahu," kata Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Theodorus Echeal Setiyawan kepada detikSulsel, Senin (16/5/2022).

Dalam kasus ini ada dua laporan yang masuk di SPKT Polres Soppeng. Laporan pertama dilakukan owner arisan Indah kepada dua membernya yang tidak lagi membayar setelah lot arisannya naik yakni ST dan FS. Laporan kedua datang dari member RA yang melaporkan Indah.


"Ada dua laporan, tapi kan namanya saksi dan korban saya tidak bisa beri tahu, karena itu kewenangan penyidik. Tetapi yang pasti nanti diperiksa semua," tambah Theo sapaan Theodorus Echeal Setiyawan.

Theo juga memastikan kasus ini akan tetap diproses. Namun pemeriksaan saksi dan owner arisan dilakukan bertahap.

"Proses tetap lanjut. Intinya tidak mungkin gue hentikan penyidikan kalau memang tidak ada apa-apa. Pasti lanjutlah," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya Bandar arisan online di Soppeng bernama Indah turut buka suara setelah dilaporkan ke polisi oleh sejumlah member yang tidak dibayar. Indah berdalih banyak member tidak mau lagi membayar setelah lot arisannya sudah naik.

Surat tanda laporan Indah diterima oleh petugas SPKT Polres Soppeng Aipda Muh Arsal dengan nomor: STTLP/32/III/2022/SPKT. Dalam laporan itu ada dua member yang dilaporkan yakni perempuan berinisial ST dan FS.

"Saya sudah melaporkan juga member yang tidak mau membayar. Banyak member saya yang lari, dan memang uang tidak ada sama saya," kata Indah kepada detikSulsel, Minggu (15/5).

Indah menjelaskan, model arisan yang diterapkan adalah arisan menurun yang sudah berjalan selama satu tahun. Arisan yang ia besut mulai bermasalah pada bulan Desember 2021 karena ada member yang tidak lagi membayar.

"Saya sebagai owner arisan, selaku admin arisan harus menalangi beberapa bulan itu arisan selama 4 bulan karena member tidak membayar. Ratusan juta kerugian saya, ratusan juta uang pribadi saya, makanya saya serahkan laporan ini ke polisi," bebernya.



Simak Video "Ibu Muda di Subang Tipu Ratusan Orang Via Arisan Online Fiktif, Raup Rp 2 M"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)