Dipecat Gegara Minta Duit ke Caleg, Eks Anggota KPU Jeneponto Gugat DKPP

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Sabtu, 19 Mar 2022 13:27 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi mantan anggota KPU Jeneponto Ekawaty Dewi gugat DKPP di PN Jakarta Pusat (Foto: iStock)
Jeneponto -

Mantan Anggota KPU Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ekawaty Dewi mengajukan gugatan terkait pemecatan dirinya beberapa waktu lalu. Ekawaty meminta sanksi pemberhentian yang dilakukan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) beberapa waktu lalu dicabut.

Ekawaty mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Kamis (17/3/2022). Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 165/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.

Dalam poin petitumnya, Ekawaty meminta hakim menyatakan pemberhentian yang dilakukan DKPP terhadap penggugat pada 11 November 2021 adalah perbuatan melawan hukum. Dia juga meminta agar surat keputusan pemecatan yang dilakukan DKPP tersebut dinyatakan bersifat tidak mengikat dan dicabut.


"Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya," demikian petitum Ekawaty seperti dilansir detikSulsel dari situs resmi PN Jakarta Pusat, Sabtu (19/3/2022).

Ekawaty Dipecat DKPP Gegara Minta Duit ke Caleg Perindo

Sebelumnya, DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap penggugat, Ekawaty Dewi selaku anggota KPU Jeneponto. Ekawaty saat itu dipecat lantaran dinilai terbukti melanggar etik dengan meminta uang ke caleg Partai Perindo, Puspa Dewi Wijayanti.

Ekawaty menjadi teradu dalam perkara nomor 168-PKE-DKPP/X/2021. Putusan pemecatan itu dibacakan dalam sidang DKPP di Jakarta pada Rabu 3 November 2021 lalu.

"Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Ekawaty Dewi selaku Anggota KPU Kabupaten Jeneponto terhitung sejak putusan ini dibacakan," ucap Ketua Majelis Teguh Prasetyo dalam amar putusannya, dilansir detikSulsel dalam website resminya.

Ekawaty memang diadukan oleh mantan Caleg DPRD Sulsel dari Partai Perindo, Puspa Dewi Wijayanti. Puspa menyebut Ekawaty meminta sejumlah uang saat Pemilu 2019 lalu.

Sementara Ekawaty berdalih tidak meminta melainkan meminjam uang kepada Puspa. Dalam bukti rekaman, Ekawaty diketahui meminta uang sebanyak Rp 500.000 untuk ongkos anaknya kepada Puspa.

Ekawaty juga berdalih bahwa dirinya meminjam uang ke Puspa karena kedekatan mereka sudah terjalin. Ekawaty mengaku menganggap Puspa sudah seperti saudaranya sendiri.

Kendati demikian, pihak DKPP memiliki pandangan berbeda. Bagaimana pun perbuatan Ekawaty meminta uang ke caleg Perindo tak dapat dibenarkan.

"Semestinya Teradu memahami kedudukannya sebagai Anggota KPU Kabupaten Jeneponto wajib bersikap netral dan mandiri serta berintegritas tinggi untuk menjaga kepercayaan publik," imbuh Didik.

Perbuatan Ekawaty kemudian dianggap terbukti melanggar Pasal 3, Pasal 8 huruf a, huruf d, huruf g, huruf j dan huruf l, Pasal 10 huruf a dan Pasal 15 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.



Simak Video "Puan: Tidak Ada Pembahasan Penundaan, Pemilu Harus Dilaksanakan!"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)