Luhut Minta Desain Rel Kereta Api Makassar Tak Perlu Dipertentangkan

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Jumat, 19 Agu 2022 19:06 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Urwatul Wutsqaa/detikSulsel)
Maros -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait polemik desain rel kereta api rute Makassar antara dibuat melayang (elevated) atau di darat (at grade). Luhut meminta tak perlu lagi ada pertentangan terkait desain rel kereta.

"Saya kira tidak ada yang perlu dipertentangkan," ungkap Luhut saat menghadiri penanaman mangrove di Kabupaten Maros kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Luhut menuturkan memang terkait konstruksi rel kereta api bila di bawah atau at grade memang persoalannya masalah tanah selalu. Kemudian kedua, persoalannya terkait traffic atau lalu lintas kendaraan.


"Saya nanti akan lihat studinya, mana yang lebih menguntungkan," jelasnya.

"Jadi nanti saya lihat hasil kajiannya. Kita akan selalu belajar dari..membuat keputusan basisnya adalah hasil studi," tukasnya.

Wali Kota Makassar dan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel Silang Pendapat Desain Rel

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto diketahui kekeh menginginkan jalur kereta api ke Makassar dibuat melayang (elevated). Danny tidak setuju jalurnya dibuat di darat (at grade) sesuai dengan rencana BPKA Sulsel.

"Saya anggap kereta api kalau at grade itu salah desain, termasuk penentuan yang tidak pas. Saya tidak mau dirusak ini tata ruang kota," kata Danny, Jumat (15/7).

Sementara, Kepala BPKA Sulsel Andi Amanna Gappa mengungkapkan belum ada rencana perubahan desain kereta api segmen Makassar. Dia menilai usulan pembangunan rel dengan desain melayang sepertinya belum memungkinkan.

"Jadi apa yang disampaikan oleh pak Wali (Danny Pomanto) seperti yang pernah disampaikan oleh pak menteri (Budi Karya Sumadi) sepertinya kondisinya belum memungkinkan (rel melayang)," ungkap Andi Amanna Gappa kepada detikSulsel, Sabtu (25/6).

Andi mengatakan perubahan desain menjadi persoalan baru karena anggarannya akan membengkak. Jika melayang, anggarannya bisa mencapai Rp 1,6 triliun sementara perencanaan dengan desain lama hanya butuh Rp 600 miliar.



Simak Video "Luhut Ngobrol dengan Rocky Gerung soal Ambisi Jadi Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)