Renungan Harian Katolik Minggu 25 Oktober Lengkap Bacaan dan Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 25 Oktober Lengkap Bacaan dan Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 25 Okt 2026 07:00 WIB
Umat Katolik mengikuti misa Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ilustrasi misa Katolik (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Makassar -

Renungan harian Katolik dapat menjadi salah satu cara umat untuk memperdalam iman dan menemukan pesan rohani dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan doa, umat diajak meluangkan waktu untuk berefleksi serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Renungan Harian Katolik Minggu, 25 Oktober 2026, dapat menjadi panduan bagi umat untuk mengawali hari dengan doa dan merenungkan firman Tuhan. Selain renungan, terdapat bacaan liturgi dan teks Mazmur yang dapat disimak sebagai bagian dari pendalaman iman.

Yuk, simak Renungan Harian Katolik Minggu, 25 Oktober 2026, lengkap dengan bacaan Kitab Suci dan teks Mazmur berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Liturgi Katolik Minggu 25 Oktober 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kel 22:21-27

"Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

ADVERTISEMENT

Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.

Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.

Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.

Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam,

sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya?pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."

Mazmur Tanggapan: Mzm 18:2-3a,3bc-4,47,51ab

Mazmur Tanggapan Minggu, 25 Oktober 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 25 Oktober 2026 Foto: dok. Lagu Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
  2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, Ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan II: 1 Tes 1:5c-10

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.

Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu, 25 Oktober 2026Bait Pengantar Injil Minggu, 25 Oktober 2026 Foto: dok. Lagu Misa

Ayat: Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.

Bacaan Injil: Mat 22:34-40

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka

dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:

"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Oktober 2026: "Homoia: Mengasihi Allah dan Sesama"

Jawab Yesus kepadanya, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

(Mat. 22:37,39)

Ketika orang Farisi bertanya kepada Yesus tentang perintah yang terutama dalam hukum Taurat, Yesus menjawab dengan menggabungkan dua perintah. Pertama, kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan (lih. Ul. 6:5). Kedua, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (lih. Im. 19:18).

Yesus menyebut perintah kedua "yang serupa dengan yang pertama" dengan homoia, yang berarti serupa. Keduanya bukan perintah yang saling menggantikan, melainkan tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi sebagai inti hukum Taurat dan Kitab Para Nabi.

Kasih kepada Allah harus menjadi nyata dalam kasih kepada sesama, sedangkan kasih kepada sesama harus dijiwai oleh kasih kepada Allah. Sebab, bagaimana mungkin kita mengasihi Allah yang tidak kelihatan jika kita membenci sesama yang kelihatan? (1Yoh. 4:20).

Ukuran kasih itu adalah kasih agape: kasih yang mendorong kita mengusahakan kebaikan orang lain dengan tulus, tanpa pamrih, bahkan dengan pengorbanan. Sesama yang dimaksud Yesus bukan hanya orang yang dekat, seagama, atau sebangsa; melainkan setiap orang, termasuk mereka yang berbeda dengan kita, bahkan yang mungkin membenci kita.

Mengasihi sesama seperti diri sendiri berarti memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Inilah yang ditegaskan Yesus: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (lih. Mat. 7:12).

Teladan kasih seperti ini tampak dalam kehidupan Santa Teresa dari Kalkuta. Ia mengalami "panggilan di dalam panggilan". Setelah menjalani panggilannya sebagai suster dan guru, ia terdorong untuk melayani kaum miskin yang hidup di jalanan.

Bersama para suster Misionaris Cinta Kasih, ia merawat anak yatim, orang sakit, penderita kusta, serta mereka yang terlantar dan terabaikan. Pelayanan itu lahir dari keyakinan untuk melihat wajah Kristus dalam diri setiap orang yang menderita (ay.40).

Sabda Yesus mengajak kita tidak hanya tentang kasih, tetapi mewujudkannya dalam tindakan nyata. Kasih kepada Allah menjadi nyata ketika kita berani mengulurkan tangan kepada sesama.

Siapakah orang di sekitar kita yang hari ini membutuhkan kasih yang nyata dari kita?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: C. Hudianto

Doa

Bapa Yang Maha Rahim, bukalah hati kami agar peka terhadap sesama yang menderita dan terpinggirkan.

Tumbuhkan niat untuk mengulurkan tangan dengan tulus, sehingga kami mampu menghargai dan mengangkat harkat serta martabat setiap manusia.

Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 25 Oktober lengkap bacaan, teks Mazmur Tanggapan, hingga doanya. Tuhan memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads