Renungan Harian Katolik Minggu, 18 Oktober 2026, dapat menjadi bahan refleksi bagi umat Katolik untuk mendalami pesan Kitab Suci dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Injil, bacaan pertama, dan Mazmur Tanggapan, umat diajak untuk semakin memahami kehendak Tuhan serta memperkuat iman.
Perayaan Ekaristi pada hari Minggu menjadi kesempatan bagi umat untuk merenungkan sabda Tuhan sekaligus memperbarui komitmen dalam menjalani kehidupan sebagai pengikut Kristus. Pesan dalam bacaan liturgi juga dapat menjadi pedoman untuk menghadapi berbagai tantangan dengan iman, harapan, dan kasih.
Bagi detikers yang ingin mengikuti renungan harian sebelum atau sesudah mengikuti Misa, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, Injil, dan renungan Katolik Minggu, 18 Oktober 2026. Yuk, simak selengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 18 Oktober 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yes.45:1,4-6
Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac
Mazmur Tanggapan Minggu, 18 Oktober 2026 Foto: dok. Lagu Misa |
Mazmur (oleh pemazmur):
- Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,
kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku. - Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji,
Ia lebih dahsyat daripada segala dewata.
Sebab segala allah para bangsa adalah hampa,
tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit. - Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa,
kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya. - Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan,
gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
Katakanlah di antara bangsa-bangsa:
"Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
Bacaan II: 1 Tes 1:1-5b
Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.
Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.
Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.
Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.
Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.
Bait Pengantar Injil
Bait Pengantar Injil Minggu, 18 Oktober 2026 Foto: dok. Lagu Misa |
Ayat (oleh solis):
- Hendaknya kamu bercahaya di dunia seperti bintang-bintang
sambil berpegang pada firman kehidupan.
Bacaan Injil: Mat 22:15-21
Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Renungan Katolik Hari Ini 18 Oktober 2026: Kewajiban pada Duniawi dan Surgawi
Jawab mereka, "Gambar dan nama kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka. "Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah." (Mat. 22:21)
Orang-orang Farisi dan para Herodian datang kepada Yesus dan memuji-Nya dengan kata-kata yang terdengar benar. Namun, di balik pujian tersebut, mereka sebenarnya sedang mencari cara untuk menjebak Yesus melalui sebuah pertanyaan.
Pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar merupakan pertanyaan yang sulit. Sejak Roma menduduki Palestina pada tahun 63 M, orang Yahudi diwajibkan membayar pajak per kepala dengan mata uang Romawi.
Jika Yesus menolak membayar pajak, Ia dapat dianggap menentang Roma. Sebaliknya, jika Ia mendukungnya, Ia dapat dianggap bekerja sama dengan penguasa yang tidak mereka sukai.
Yesus mengetahui kemunafikan mereka. Ia kemudian menjawab, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Jawaban ini menunjukkan bahwa menjalankan kewajiban sebagai warga negara tidak berarti mengabaikan Allah.
Ketaatan kepada Allah tetap menjadi prioritas utama. Bagaimana sabda Yesus ini dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari? Salah satunya melalui kejujuran dalam menjalankan kewajiban kita.
Pak Eko mempunyai usaha toko kelontong. Saat mengisi SPT, karyawan bagian keuangan berkata, "Pak, kecilin saja laporannya supaya pajak yang disetor kecil.
Toh, semua orang juga melakukan hal yang sama." Awalnya Pak Eko tergoda, tetapi ia teringat akan sabda Yesus.
Ia akhirnya melaporkan pajak sesuai penghasilannya. Ia menyadari bahwa kejujuran merupakan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus wujud imannya kepada Tuhan.
Dari keuntungan yang diperoleh secara jujur, ia menyisihkan sebagian untuk pembangunan gereja, membantu anak yatim piatu, serta kegiatan sosial di lingkungan dan parokinya.
Sabda Yesus mengingatkan kita bahwa iman harus nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran dalam menjalankan kewajiban duniawi dan kepedulian kepada sesama merupakan bagian dari kesetiaan kita kepada Allah.
Marilah kita menjalankan kewajiban kita dalam kehidupan sehari-hari dengan jujur dan bertanggung jawab, serta tidak melupakan kewajiban kita kepada Allah dengan menggunakan waktu, kemampuan, dan berkat yang kita terima untuk mengasihi dan melayani sesama.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Angelina Meifiani Librianty
Doa
Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersikap jujur dan taat pada kewajiban kami di dunia, serta memberi diri kami untuk setia dan taat kepada-Mu melalui saudara-saudara kami yang membutuhkan uluran belas kasih. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Minggu 18 Oktober 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!


