Sherly Targetkan 550 Km Jalan Malut Tuntas Bertahap hingga 2029

Sherly Targetkan 550 Km Jalan Malut Tuntas Bertahap hingga 2029

Tim detikcom - detikSulsel
Senin, 12 Okt 2026 19:50 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat sambutan peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. Dokumen Istimewa
Foto: Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat sambutan peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. Dokumen Istimewa
Sofifi -

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda menargetkan pembangunan jalan provinsi dilakukan secara bertahap hingga 2029. Saat dilantik, masih terdapat sekitar 550 kilometer ruas jalan provinsi yang belum tersambung.

"Saya menyadari masih ada jalan yang belum tersambung. Ketika kami dilantik, terdapat sekitar 550 kilometer ruas jalan provinsi yang belum tersambung, sementara tingkat kemantapan jalan baru mencapai 46 persen dari total sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi," ujar Sherly Tjoanda saat sambutan peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara pada Senin (12/10/2026).

Dia menjelaskan pembangunan jalan provinsi pada 2025 dilaksanakan sepanjang 25 kilometer. Sementara pada 2026, pembangunan jalan sepanjang 125 kilometer telah dilaksanakan dengan konstruksi lapis penetrasi makadam (lapen).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 2027, kita menganggarkan pembangunan 150 kilometer jalan lagi sehingga total jalan yang dibangun mencapai 300 kilometer. Selanjutnya, pada 2027-2029, kita menargetkan penyelesaian sisa sekitar 250 kilometer jalan," ujarnya.

Selain jalan provinsi, Pemprov Maluku Utara juga mendorong pembangunan jalan usaha tani untuk mendukung aktivitas pertanian dan mempermudah akses petani. Program tersebut ditargetkan meningkat dari 50 kilometer pada 2025 menjadi 100 kilometer pada 2026.

ADVERTISEMENT

"Bagi petani, salah satu kebutuhan terpenting adalah jalan usaha tani. Pada 2025, pembangunan jalan usaha tani mencapai 50 kilometer; pada 2026, 100 kilometer; dan pada 2027, kita menargetkan 200 kilometer," katanya.

Sherly menyebut pekerjaan rumah pembangunan jalan usaha tani masih besar. Dalam sambutannya, dia memperkirakan masih ada sekitar 5.000 kilometer jalan usaha tani yang perlu dibangun untuk mendukung kebutuhan desa-desa di Maluku Utara.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mendukung pemerataan pembangunan dan mempermudah akses masyarakat di berbagai wilayah Maluku Utara, termasuk daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads