Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektare terjadi di wilayah Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Kebakaran telah berlangsung selama sepekan namun titik api belum sepenuhnya padam.
"Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tommo," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mamuju Muhammad Taslim Sukirno dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Kebakaran terjadi di Desa Buanasakti, Kecamatan Tommo sejak Minggu (4/10) pagi. Api telah melahap lahan gambut kebun sawit dan area hutan seluas lebih kurang 20 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Terdampak) lahan kurang lebih 20 hektare," terangnya.
Taslim mengatakan warga sekitar mengaku tidak mengetahui pasti sumber api saat kejadian. Namun api yang membakar lahan cepat membesar dan meluas.
Menurut Taslim, pemadaman hingga saat ini masih berlangsung di lokasi. Proses pemadaman tersendat lantaran satuan tugas (satgas) mendapati kendala seperti kurangnya ketersediaan air.
"Masih (menyala api di lokasi). Kesulitan yang dialami satgas kurangnya sumber air yang dekat dengan area terdampak," jelasnya.
Taslim mengaku satgas yang terlibat telah bekerja penuh meski api hingga kini belum padam. Satgas juga menerima bantuan dari Manggala Agni dari Palu.
"Kami sudah all out melakukan penanganan bahkan teman-teman Manggala Agni dari Palu didatangkan," katanya.
Taslim menambahkan kebakaran ini bisa saja meluas hingga menghanguskan 55 hektare lahan sawit serta 5 hektare area hutan. Olehnya itu, upaya pemadaman dengan menerjunkan sejumlah armada dan alat masih berlangsung.
"Potensi kebakaran (ini bisa) menyebar kurang lebih 50 hektare lahan sawit dan hutan 5 hektare," sebutnya.
Ia memaparkan sejumlah instansi terlibat dalam pemadaman ini. Lembaga yang terlibat seperti Satpol-PP Damkar Mamuju, Satpol-PP Damkar Sulbar, BPBD Mamuju dan Sulbar, Tagana Mamuju, PMI Mamuju, TNI-Polri, BPBPK, Dalkarhut, Balai Cipta Karya dan masyarakat.
