Sulawesi Barat

Kisah Sukses ASN Penyuluh KB di Polman Jadi Peternak Kambing

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB
Foto: ASN bernama Juliadi (45) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) memilih menjadi peternak kambing. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Juliadi (45) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memilih menjadi peternak kambing di tengah kesibukannya sebagai abdi negara. Dia mampu mengatasi masalah bau kandang sekaligus menyiasati keterbatasan pakan dengan memanfaatkan limbah dedaunan yang difermentasi.

Juliadi merupakan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polman. Dia mulai beternak kambing sejak tahun 2022. Ide untuk beternak kambing berawal dari kebiasaan orang tuanya membawa pakan dari sawah ke rumah.

"Kalau cerita awal mula sebenarnya dari orang tua. Kita kan dari petani, biasa kalau dari sawah atau dari kebun kita bawa sedikit makanan untuk ternak baik kambing maupun sapi, daripada tebuang percuma akhirnya saya terpikir untuk beternak kambing," kata Juliadi kepada detikcom, Sabtu (10/10/2026).

Pada awal merintis, banyak yang meragukan keseriusannya dalam beternak kambing. Selain harus membagi waktu dengan pekerjaan sebagai ASN, lokasi kandang yang berada di tengah pemukiman padat penduduk juga dikhawatirkan menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar.

"Awalnya tidak ada yang percaya bagaimana saya bisa membagi waktu. Apalagi lokasi yang saya manfaatkan untuk beternak berada di tengah pemukiman, dikhawatirkan mengganggu masyarakat kalau berbau," tuturnya.

Namun, bermodal tekad dan keyakinan, Juliadi perlahan mampu menjawab keraguan tersebut. Usaha yang awalnya hanya bermula dari skala kecil kini berkembang menjadi peternakan dengan populasi puluhan ekor kambing.

"Sabtu sama Minggu kan berdekatan, jadi saya mencoba memaksimalkan dua hari itu untuk mengumpulkan pakan. Awalnya sedikit, hanya 10 ekor indukan, sekarang sudah 30 ekor indukan. Total populasinya lebih 56 ekor," ungkapnya.

Menurut Juliadi, salah satu tantangan dalam beternak kambing adalah memastikan ketersediaan pakan, terutama ketika musim kemarau tiba. Berkurangnya pasokan hijauan kerap menyulitkan peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan harian ternak.

Meski begitu, dia berhasil menyiasati persoalan tersebut dengan mengumpulkan berbagai jenis dedaunan dan rerumputan yang berasal dari limbah masyarakat. Bahan-bahan tersebut kemudian digiling dan difermentasi agar lebih tahan lama serta dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.

"Alhamdulillah, meski kemarau kita surplus pakan, karena kita manfaatkan semua jenis dedaunan, hasil limbah masyarakat kita kumpul, kita giling, kita fermentasi biar tahan lama. Karena pakan itu bagus kalau berbagai jenis," terang penyuluh Keluarga Berencana (KB) itu.

Juliadi mengatakan, pengelolaan pakan secara fermentasi tidak hanya membantu menjaga ketersediaan kebutuhan ternak, tetapi juga menciptakan peternakan yang ramah lingkungan. Apalagi, pakan hasil fermentasi diklaim bisa mengurangi bau kotoran ternak sehingga tidak mengganggu warga sekitar.

"Makanan yang difermentasi juga bisa mengurangi bau pada kotoran. Di samping itu, manajemen pengelolaan kandang juga harus kita perhatian, seperti kebersihannya agar tidak tidak mengganggu masyarakat," ucapnya.



Simak Video "Video Motif Pelaku Penembakan Husain: Dendam Penah Dilapor ke Polisi"


(hsr/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork