Dua mobil terlibat tabrakan di Jalan Trans Papua, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Insiden itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan maut itu terjadi di Kampung Mandeman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke pada Jumat (9/10/2026) pukul 10.30 WIT. Kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Terios merah bernomor polisi PS 1567 B dengan dump truck bernomor polisi PA 8831 V.
"Korban meninggal dunia bernama Ahmad Zulfan Paus-Paus (25), pengemudi mobil Daihatsu Terios, sementara itu korban luka-luka adalah Muis Usman (64), penumpang dump truck," ujar Kapolsek Muting, Iptu Melkianus Bunga kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan dump truck yang dikemudikan Rifki Septiansyah alias Rifki membawa muatan barang kelontong melaju dari arah Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel. Pada saat bersamaan, mobil Daihatsu Terios melaju dari arah berlawanan.
"Saat mendekati lokasi kejadian, mobil Daihatsu Terios dilaporkan oleng ke lajur kanan. Pengemudi dump truck berusaha menghindar dengan mengambil lajur kanan, namun mobil Terios kembali ke lajur kiri sehingga tabrakan tidak dapat dihindari," bebernya.
Tabrakan menyebabkan kedua kendaraan terbentur ke tebing di sisi kiri jalan dari arah Boven Digoel menuju Merauke. Pengemudi Daihatsu Terios dilaporkan terjepit di dalam kabin kendaraan.
"Akibat kejadian tersebut, Ahmad Zulfan Paus-Paus mengalami cedera kepala dan patah paha kanan hingga dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Muis Usman mengalami luka robek yang disertai perdarahan dan mendapatkan penanganan medis dengan 35 jahitan," ungkap Melkianus.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Muting menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti. Personel Polsek juga mengevakuasi korban ke rumah sakit.
"Pengemudi dump truck, Rifki Septiansyah diketahui mengamankan diri di Kantor Polsubsektor Perbatasan Ulilin. Adapun kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan masih berada di lokasi kejadian untuk menunggu proses evakuasi," jelasnya.
