Akting Perkelahian Berujung Bentrokan Mahasiswa IAIN Parepare

Tim detiksulsel - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 07:00 WIB
Foto: Bentrokan mahasiswa di IAIN Parepare. (dok. istimewa)
Parepare -

Dua kelompok mahasiswa IAIN Parepare terlibat bentrokan usai berselisih saat memerankan adegan perkelahian dalam drama penutupan pengaderan. Pihak kampus bahkan harus memperketat jam malam buntut insiden ini.

Bentrokan itu terjadi di depan Gedung Serbaguna IAIN Parepare, Jalan Amal Bakti, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, pada Selasa, (6/10) sekitar pukul 19.30 Wita. Dua kubu bertikai yakni kelompok Mispala dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Letta (IPMAL).

Rektor IAIN Parepare Darmawati mengatakan aksi drama yang diperankan mahasiswa diwarnai bercanda hingga berlanjut hingga ke luar area acara. Namun, bercanda tersebut terus berlanjut.

"Nah dari situlah awal pemicu baku main-main dengan teman-teman antara Mispala dengan Letta. Tapi pada akhirnya dia kira main-main, (ternyata) betul mengikuti dramanya," ujar Darmawati kepada detikSulsel, Rabu (7/10/2026).

Darmawati menuturkan pihak kampus langsung mengambil langkah awal dengan memanggil para pengurus dan pembina kedua organisasi. Upaya perdamaian awal sempat dilakukan sebelum adanya laporan resmi yang masuk.

"Langkah awal itu kita memang memanggil antara pembina, pengurusnya duluan antara ini Letta sama Mispala," tuturnya.

Dia menyebut situasi kembali memanas akibat keterlibatan pihak luar kampus yang ikut campur. Hal tersebut dinilai memperkeruh suasana hingga aksi balasan terjadi pada malam harinya.

"Sesungguhnya itu bukan pihak mahasiswa murni kami untuk kegiatan itu, karena banyak sekali yang orang lain. Itu salah satu pemicu ya mungkin sehingga terjadi kejadian tadi malam," ungkap Darmawati.

Meski sempat memanas, Darmawati bersyukur kedua kelompok mahasiswa akhirnya sepakat untuk saling memaafkan. Momen perdamaian tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kampus.

"Kita saksikan tadi semua anak-anak kami, baik dari Mispala maupun dari pihak IPMAL itu Letta, semuanya berdamai dengan legowo semua, baku berpelukan," tuturnya.

Pihak Kampus Perketat Jam Malam

Darmawati memastikan pihaknya memperketat dan membatasi aktivitas mahasiswa pada malam hari imbas bentrokan saat penutupan pengaderan. Aturan jam malam mahasiswa dalam kampus sebelumnya dinilai belum maksimal.

"Ini nanti ada, harus ada peninjauan ulang seluruh kegiatan kampus. Mungkin dilakukan nanti sesuatu hal yang preventif, pembatasan jam kegiatan malam," kata Darmawati.

Darmawati menjelaskan evaluasi itu dilakukan sebagai pembelajaran dari kegiatan mahasiswa yang kerap berlangsung hingga larut malam. Pihak rektorat berencana menerbitkan surat edaran resmi terkait aturan baru tersebut.

"Memang nanti itu ada surat edaran berupa nanti kita keluarkan bahwa untuk itu tadi, pembatasan kegiatan pada jam malam, insya Allah ke depannya," katanya.

Selain pembatasan jam kegiatan, kampus juga akan memperketat pengawasan di area lingkungan IAIN Parepare. Penjagaan bakal melibatkan personel keamanan internal hingga kepolisian.

"Dan mungkin juga ada pendampingan dari pihak security secara intensif, dari pihak Menwa, dan begitu pula dari pihak eksternal dari pihak kepolisian," tutur Prof Darmawati.

Dia mengakui selama ini belum ada aturan ketat yang mengatur aktivitas mahasiswa di malam hari. Aturan tertulis yang berlaku saat ini hanya membatasi kegiatan hingga pukul 22.00 Wita.

"Jadi bukan dari baru hari ini. Itu permasalahannya sudah karena memang belum pernah ada sebenarnya untuk pembatasan di jam kegiatan mahasiswa pada malam. Yang tertulis itu di kegiatan mahasiswa itu sampai jam 10 malam," imbuhnya.



Simak Video "Video: Momen Pedro Acosta-Alex Marquez Crash di Sprint Race MotoGP Jepang"

(hmw/hmw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork