Mahasiswa IAIN Parepare Bentrok Usai Akting di Drama Pengaderan

Mahasiswa IAIN Parepare Bentrok Usai Akting di Drama Pengaderan

Ardiansyah - detikSulsel
Rabu, 07 Okt 2026 12:00 WIB
Bentrokan mahasiswa di IAIN Parepare.
Bentrokan mahasiswa di IAIN Parepare. Foto: (dok. istimewa)
Parepare -

Dua kelompok mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare terlibat bentrokan di dalam kampus. Insiden diduga dipicu akting kedua pihak dalam drama penutupan pengaderan mahasiswa.

Bentrokan yang melibatkan kelompok Mispala dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Letta (IPMAL) itu terjadi di depan Gedung Serbaguna IAIN Parepare, Jalan Amal Bakti, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, pada Selasa, (6/10) sekitar pukul 19.30 Wita. Aksi itu sempat membuat tegang suasana kampus.

Rektor IAIN Parepare, Darmawati mengungkapkan tidak ada pemicu lain di balik ketegangan antarmahasiswa tersebut. Menurutnya, aksi drama yang berawal dari bercanda belakangan berlanjut hingga ke luar area acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya sebenarnya itu adalah hal yang tidak signifikan di kampus. Cuma kegiatannya kemarin setelah LKP-KM itu, ada dramanya perkelahian. Sehingga itu memicu sebenarnya," ujar Darmawati kepada detikSulsel, Rabu (7/10/2026).

Ia menjelaskan adegan drama saat penutupan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKP-KM) menjadi pemicu awal perselisihan. Mahasiswa yang terlibat awalnya menganggap hal tersebut sebagai candaan semata.

ADVERTISEMENT

"Nah dari situlah awal pemicu baku main-main dengan teman-teman antara Mispala dengan Letta. Tapi pada akhirnya dia kira main-main, (ternyata) betul mengikuti dramanya," jelasnya.

Darmawati menuturkan pihak kampus langsung mengambil langkah awal dengan memanggil para pengurus dan pembina kedua organisasi. Upaya perdamaian awal sempat dilakukan sebelum adanya laporan resmi yang masuk.

"Langkah awal itu kita memang memanggil antara pembina, pengurusnya duluan antara ini Letta sama Mispala," tuturnya.

Dia menyebut situasi kembali memanas akibat keterlibatan pihak luar kampus yang ikut campur. Hal tersebut dinilai memperkeruh suasana hingga aksi balasan terjadi pada malam harinya.

"Sesungguhnya itu bukan pihak mahasiswa murni kami untuk kegiatan itu, karena banyak sekali yang orang lain. Itu salah satu pemicu ya mungkin sehingga terjadi kejadian tadi malam," ungkap Darmawati.

Meski sempat memanas, Darmawati bersyukur kedua kelompok mahasiswa akhirnya sepakat untuk saling memaafkan. Momen perdamaian tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kampus.

"Kita saksikan tadi semua anak-anak kami, baik dari Mispala maupun dari pihak IPMAL itu Letta, semuanya berdamai dengan legowo semua, baku berpelukan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IAIN Parepare, Kaharuddin menjelaskan secara rinci lokasi dan waktu terjadinya insiden. Keributan tersebut pecah di detik-detik akhir penutupan acara di Gedung Serbaguna kampus.

"Jadi kejadiannya itu di hari terakhir, di malam terakhir. Nah kegiatannya itu dilakukan di Gedung Serbaguna kami di IAIN Parepare," tutur Kaharuddin.

Kaharuddin mengungkapkan perselisihan sempat didamaikan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) pada malam kejadian. Namun, timbul miskomunikasi terkait jumlah pelaku yang memicu reaksi susulan dua hari kemudian.

"Tapi ternyata di Selasa itu ternyata ada lagi reaksi dari pihak pertama ini. Nah dengan seperti tadi yang dijelaskan, ada sedikit miskomunikasi dengan jumlah pelaku itu," terangnya.

Mendapati perselisihan masih berlanjut, Kaharuddin bersama pembina dan dosen pendamping langsung turun tangan memediasi kedua belah pihak. Situasi akhirnya kondusif setelah tiga pelaku menyampaikan permohonan maaf.

"Nah pada saat mereka sudah tahu bahwa pelakunya hanya tiga orang, dan tiga orang ini sudah minta maaf, akhirnya kan apa yang kita saksikan tadi pagi itu ya alhamdulillah sudah ketemu," pungkasnya.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads