Layanan Darurat 112 Kendari Terima 3.121 Aduan Selama September

Irwan Mubaraq - detikSulsel
Selasa, 06 Okt 2026 09:55 WIB
Foto: Pemkot Kendari menerima 3.121 panggilan layanan darurat sepanjang September 2026. Dokumen Istimewa
kendari -

Layanan darurat Call Taker 112 Kota Kendari menerima 3.121 panggilan sepanjang September 2026. Sebanyak 2.157 panggilan atau 69 persen di antaranya dinyatakan valid, sementara 964 panggilan lainnya atau 31 persen masuk kategori tidak valid.

"Dari keseluruhan panggilan valid yang masuk, kami mencatat sebanyak 246 tiket laporan kejadian," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari Sahuriyanto, Senin (5/10/2026).

Pemkot Kendari menerima 3.121 panggilan layanan darurat sepanjang September 2026. Dokumen Istimewa

Dari 246 tiket laporan tersebut, sebanyak 168 laporan atau 68 persen telah ditindaklanjuti hingga selesai. Sementara 78 laporan lainnya atau 32 persen masih dalam proses penanganan oleh instansi terkait.

Pemkot Kendari menerima 3.121 panggilan layanan darurat sepanjang September 2026. Dokumen Istimewa

Sebanyak 53 laporan di antaranya diteruskan ke Damkar sehingga menjadi yang terbanyak dalam menangani aduan. Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) 35 laporan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) 30 laporan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) 26 laporan, Satpol PP 24 laporan, dan kepolisian 20 laporan.

"Kami berharap OPD yang jumlah aduannya cukup banyak, seperti Damkar dan Dishub, dapat lebih standby dengan Tim Reaksi Cepat (TRC)-nya agar penanganan di lapangan bisa berjalan lebih optimal," tegasnya.

Pemkot Kendari menerima 3.121 panggilan layanan darurat sepanjang September 2026. Dokumen Istimewa

Berdasarkan evaluasi kualitas layanan atau Service Level Agreement (SLA), sebanyak 69 persen layanan tercatat mengalami peningkatan. Sementara 31 persen lainnya mengalami penurunan.

Sahuriyanto juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan Call Taker 112 secara bijak. Ia meminta warga tidak melakukan panggilan palsu atau prank karena dapat mengganggu petugas dan menghambat penanganan laporan yang benar-benar membutuhkan bantuan.

"Kami sangat berharap warga metro bisa lebih bijak dalam melakukan pengaduan. Hindari melakukan prank call atau panggilan palsu, karena hal tersebut dapat mengganggu petugas dan menghambat penanganan kondisi darurat yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat," tutupnya.

Pemkot Kendari mengintegrasikan CCTV dan call center 112 demi memperkuat keamanan kota. Dokumen Istimewa



Simak Video "Video Viral Anggota DPRD Kendari Ngevape Saat Rapat"

(hmw/hmw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork