Renungan Harian Katolik Minggu, 4 Oktober 2026, dapat menjadi bahan refleksi untuk mengawali maupun menutup hari dalam terang Sabda Tuhan. Pada Hari Minggu Biasa XXVII ini, bacaan liturgi mengangkat tema tentang kebun anggur dan bagaimana manusia menanggapi segala sesuatu yang telah dipercayakan Tuhan.
Pada hari Minggu ini bacaan pertama diambil dari Yesaya 5:1-7, Mazmur Tanggapan Mazmur 80:9, 12, 13-14, 15-16, 19-20, serta bacaan kedua dari Filipi 4:6-9. Sementara itu, Injil yang dibacakan adalah Matius 21:33-43 yang berisi perumpamaan Yesus tentang para penggarap kebun anggur.
Melalui bacaan-bacaan tersebut, umat diajak merenungkan kembali bagaimana menggunakan waktu, kemampuan, kesempatan, dan berkat yang telah diberikan Tuhan. Simak selengkapnya Renungan Harian Katolik Minggu 4 Oktober 2026 beserta bacaan dan teks Mazmur berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk, simak selengkapnya!
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 4 Oktober 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yes 5:1-7
Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;
Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.
Mazmur Tanggapan: Mzm 80:0,12,13-14,15-16,19-20
Mazmur Tanggapan Minggu, 4 Oktober 2026 Foto: dok. Buku Misa |
Mazmur (oleh pemazmur):
- Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir;
Kau halau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.
Dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut,
dan pucuk-pucuknya sampai ke Sungai Efrat. - Mengapa Engkau menggempur temboknya,
sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?
Babi hutan menggerogotinya
dan binatang-binatang di padang memakannya. - Ya Allah semesta alam, kembalilah,
pandanglah dari langit dan lihatlah!
Tengoklah pohon anggur ini,
lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu! - Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu;
biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.
Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,
buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Bacaan II: Flp 4:6-9
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Bait Pengantar Injil
Bait Pengantar Injil Minggu, 4 Oktober 2026 Foto: dok. Buku Misa |
Ayat (oleh solis)
Aku telah memilih kamu dari dunia,
supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap, sabda Tuhan.
Bacaan Injil: Mat 21:33-43
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
Renungan Hari Ini 4 Oktober 2026: Nyatakan dalam Doa dan Ucapan Syukur
"Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan pemohonan dengan ucapan syukur." (Flp. 4:6)
S Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat di Filipi, ketika ia sedang berada dalam penjara di kota Roma. Surat ini merupakan nasihat-nasihat terakhir S Paulus kepada jemaat di Filipi.
Meski berada dalam penjara, S Paulus tetap mengingat jemaat yang perlu untuk dikuatkan dan dinasihati. Nasihat S Paulus kepada jemaat di Filipi ini telah menjadi nasihat buat kita juga sebagai pengikut Kristus.
Maukah kita, Anda dan saya sebagai pengikut Kristus, mengimani dan mengamini firman Allah lewat surat Paulus dalam Filipi 4:6 ini? Bagiku, sebagai pengikut Kristus, aku sangat mengimani nasihat S Paulus ini.
Aku senantiasa datang kepada Kristus dalam doa ketika aku harus menghadapi berbagai masalah dalam hidupku. Masalah yang bagiku berat, namun bagi Kristus itu bukanlah masalah berat.
Aku dibela oleh Kristus ketika aku datang membawa masalahku kepada-Nya. Ada suatu masa saat aku mempunyai satu masalah yang kuanggap berat dan genting.
Aku datang kepada Kristus dalam doa. Kristus pun memberikan pembelaan dan penyelesaian bagiku.
Satu masalah, ketika aku harus berhadapan dengan suatu bank terkait KPR-ku, dan aku dimenangkan oleh Kristus dalam perkara ini. Aku selalu takjub setiap melihat map yang bertuliskan "namaku vs bank tersebut".
Isinya adalah aku memenangkan gugatanku yang naik ke pengadilan, dengan bantuan kenalanku yang adalah pengacara. Aku juga tidak perlu membayar kenalanku itu sepeser pun untuk perkara ini.
Aku takjub dengan kebaikan Kristus. Siapalah aku ini bila bukan karena kebaikan Kristus, hingga aku dapat memenangkan perkaraku dengan bank tersebut?
Selanjutnya, terkait dengan doa, aku mengagumi dan menyukai sebuah doa dari Santo Fransiskus dari Asisi. Seorang santo yang hidup ratusan tahun setelah S Paulus, yang turut mengimani perlunya menyatakan permohonan kita dalam doa dan ucapan syukur kepada Tuhan.
Dia mengucapkan suatu permohanan yang bijak dalam doanya yang terkenal itu. Doa yang kusukai sebagai salah satu doa yang telah menginsipirasiku.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Maria Gratia Mery Effendi
Doa
Menutup renunganku ini, aku hendak mendaraskan Doa "S. Fransiskus dari Asisi" itu, yang menjadi doaku juga saat ini:
Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputusasaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam hidup kekal.
Amin.
Itulah renungan harian Katolik Minggu, 4 Oktober 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!


