Viral di media sosial (medsos) memperlihatkan Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai mengering di tengah musim kemarau. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang memastikan pasokan air di bendungan aman hingga Desember 2026.
Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Heriantono Waluyadi memaklumi kondisi kemarau memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait pasokan air. Dia pun menjelaskan situasi terkini terkait Bili-Bili per hari ini.
"Kondisi Bendungan Bili-Bili status 1 Oktober 2026, bahwa tampungan waduk sebesar 86,1 juta m3," ujar Heriantono kepada detikSulsel, Kamis (1/10/2026).
Heriantono menjelaskan saat ini outflow atau debit air yang dikeluarkan dari bendungan sebesar 10 meter kubik per detik. Angka ini digunakan untuk melayani berbagai kebutuhan, termasuk untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
"Saat ini outflow bendungan adalah sebesar 10 m3/detik, untuk melayani PLTA, kebutuhan Air Baku di sepanjang Sungai Jeneberang," katanya.
Dari kondisi tampungan yang ada tersebut, Heriantono memastikan debit air Bili-Bili aman untuk masyarakat. Pasokan ini diproyeksikan cukup hingga akhir tahun.
"Dari kondisi tampungan yang ada, direncanakan dengan outflow sebesar 10 m3/detik akan mampu melayani kebutuhan PLTA dan air baku sampai bulan Desember 2026," jelas Heriantono.
Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"
(hmw/ata)