Bendungan Lekopancing di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, (Sulsel), mengering imbas musim kemarau panjang. Pasokan air di bendungan sudah di bawah batas normal.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Kamis (3/9/2026) pukul 11.00 Wita, saluran air di kawasan bendungan mengering. Saluran terlihat dipenuhi tumbuhan dan bebatuan.
Pada titik lain, air terlihat sudah menipis. Pasokan air yang berkurang drastis terlihat dari batas bekas air di dinding bendungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampak intake atau pintu air di Bendungan Lekopancing sudah dibuka lebar hingga 80 centimeter. Hal ini agar air yang tersisa bisa mengalir ke bendungan.
Pasokan air Bendungan Lekopancing Maros sudah di bawah dari batas normal. (Muhammad Subhan/detikSulsel) |
Petugas lalu berkeliling memantau bendungan termasuk saluran yang air yang menuju Makassar. Debit air yang memasok air baku PDAM Makassar pun dinilai berkurang.
"(Penyebab bendungan mengering) Kayaknya itu seperti dibilang musim kemarau panjang," kata petugas keamanan Bendungan Lekopancing, Ansar kepada detikSulsel.
Ansar belum memastikan kapan situasi kembali normal. Dia mengaku kondisi tersebut jauh berbeda dibanding tahun lalu.
"Suasana panas, terlalu panas ini dibanding tahun lalu," imbuh Ansar.
Dia berharap hujan bisa turun agar bendungan kembali terisi air. Pasokan air di bendungan saat ini dinilai jauh dari batas normal.
"Kurang tahu (kapan datang hujan), karena kemarau panjang tidak bisa diprediksi," imbuh Ansar.

