SPPG Tabulahan Mamasa Ditutup Buntut 20 Siswa Keracunan MBG

SPPG Tabulahan Mamasa Ditutup Buntut 20 Siswa Keracunan MBG

Abdy Febriady - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 11:00 WIB
Sebanyak 12 siswa SMP 1 Tabulahan dievakuasi ke puskesmas diduga keracunan Makan Bergizi Gratis.
Siswa di Mamasa dievakuasi ke puskesmas usai diduga keracunan MBG. Foto: dok. istimewa
Mamasa -

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tabulahan usai 20 siswa di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga meminta maaf atas kejadian ini.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian fatal dugaan kejadian luar biasa keamanan pangan (KLB KP) yang terjadi di SPPG Mamasa Tabulahan. SPPG ini akan di-suspend selama 20 hari kalender ke depan," kata Koordinator Wilayah SPPG Sulbar, Firazh Ahmadillah kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Dia menegaskan, sanksi tersebut dijatuhkan sebagai langkah evaluasi sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab belasan murid mengalami gejala keracunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suspend adalah langkah evaluasi yang dilakukan BGN untuk investigasi serta menunggu hasil uji laboratorium makanan (diduga penyebab murid keracunan)," jelasnya.

Firazh mengatakan pihaknya kini fokus pada penanganan siswa yang menjalani perawatan. Dia menyebut penanganan siswa menjadi prioritas utama BGN.

ADVERTISEMENT

"Perawatan pasien yang terdampak merupakan prioritas utama kami," pungkasnya.

Diketahui, siswa yang diduga mengalami keracunan bertambah menjadi 20 orang. Dari total 20 siswa tersebut, sebanyak sembilan orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan. Sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu siswa dirujuk ke rumah sakit di Mamuju.

"Ada sembilan orang yang masih dirawat, diinfus, satu orang masih observasi, sembilan orang sudah pulang dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mamuju," kata Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryana dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Iryana menuturkan, para siswa yang dievakuasi ke Puskesmas Tabulahan untuk mendapatkan perawatan berasal dari empat sekolah berbeda. Mereka mengalami sejumlah gejala yang hampir sama, mulai dari mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, hingga sesak napas.

"14 orang siswa dari SMPN 1 Tabulahan, empat orang dari SMK 1 Tabulahan, satu orang dari SMPN 6 Tabulahan dan satu orang dari SD 017 Pepatian. Gejalanya sama, seperti mual, sakit perut, sakit kepala hingga sesak," terangnya.



(asm/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads