Ramai ASN Papua Asal Toraja Minta Pindah gegara Takut OPM

Ramai ASN Papua Asal Toraja Minta Pindah gegara Takut OPM

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 27 Sep 2026 06:30 WIB
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong (Andrew).
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong (Andrew). Foto: (dok. istimewa)
Toraja Utara -

Rentetan aksi organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat banyak aparatur sipil negara (ASN) asal Toraja Utara (Torut) di wilayah Papua khawatir turut menjadi korban. Banyak dari mereka yang kini mengajukan permohonan pindah ke daerah asal.

Kondisi tersebut diungkap Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong usai insiden tragis dialami sopir travel asal Torut, Aris Sanda. Dia menyebut pengajuan yang masuk banyak berkaitan dengan aksi kelompok separatis tersebut.

"Banyak ASN yang minta pindah tugas ke Toraja," kata Frederik saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (26/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, berdasarkan arsip kepolisian, warga Toraja yang menjadi korban pembunuhan OPM tahun 2021-2026, sebanyak 13 orang. Hal itulah yang membuat para ASN menjadi semakin khawatir keselamatannya terancam.

"Sampai saat ini banyak yang minta pindah karena merasa takut, terancam keselamatannya," bebernya.

ADVERTISEMENT

Bupati Cek Peluang Terima ASN Pindah

Di sisi lain, Frederik mengatakan pemerintah Toraja Utara sementara mempertimbangkan hal tersebut. Menurutnya, keselamatan dan keamanan masyarakat maupun ASN adalah prioritas utama.

Kendati begitu, dia menyampaikan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menerima ASN masuk ke Toraja Utara. Di antaranya ialah penempatan kerja yang memperhatikan analisis jabatan (Anjab), analisis beban kerja (ABK), dan rasio belanja pegawai.

"Kita mempertimbangkan permohonan dari yang bersangkutan tempat kerja saat ini dan membuat Anjab dan ABK tempat kerja yang dituju," ujarnya.

Dia turut menjelaskan ada aturan belanja pegawai pada APBD maksimal 30 persen. Sehingga, rasio jumlah ASN yang ada juga mesti diperhitungkan terlebih dahulu.

"Namun di sisi lain kita juga harus memperhitungkan rasio belanja pegawai yang ditetapkan pemerintah pusat maksimal 30% dari APBD sesuai ketentuan UU No 1 Tahun 2022 tentang HKPD," jelasnya.

Sopir Travel Tewas Dibunuh OPM

Banyaknya ASN asal Toraja di Papua yang mengajukan permohonan pindah salah satunya terjadi setelah insiden tragis yang menimpa Aris Sanda. Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena.

Jenazah korban ditemukan tewas mengenaskan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Ia berprofesi sebagai sopir travel di Wamena dan dikenal sosok dekat dengan masyarakat.

Aris Sanda adalah warga Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Jenazah korban kini telah dimakamkan di kampung halamannya pada Rabu (23/9).

Halaman 2 dari 2
(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads