Viral di media sosial TNI mengerahkan pesawat tempur menggempur markas organisasi Papua merdeka (OPM) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. TNI membantah narasi tersebut dan menyebut itu merupakan propaganda OPM.
"Propaganda OPM itu," kata Kasi Penerangan Koops TNI Habema Kapten Sus Dewa Puspanegara saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (26/9/2026).
Dewa menegaskan TNI tidak pernah mengerahkan alutsista berat dalam operasi pengejaran OPM. Dia menyebut langkah itu dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak pernah menggunakan alutsista berat seperti pesawat tempur dalam pengejaran OPM, karena akan berdampak buruk pada keselamatan masyarakat sipil," ungkapnya.
Dia lantas menantang OPM untuk membuktikan narasi yang disebarkan. Terutama jika ada bukti TNI mengerahkan alutsista berat dalam operasi di Papua.
"Kalau memang mereka OPM ada bukti silakan kirim ke kita. Foto ya. Biar kita konfirmasi kembali," bebernya.
Sementara itu, dalam narasi beredar, TNI disebut mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan tanah Papua. Bahkan aparat disebut melakukan operasi senyap dini hari menggunakan pesawat tempur.
"Melalui operasi udara dini hari bersama Satgas Damai Cartenz dan Satgas Habema, dua unit pesawat tempur ringan Super Tucano dikerahkan untuk menggempur markas kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Papua Pegunungan," demikian narasi dalam unggahan beredar.
Masih dalam narasi beredar, TNI disebut melumpuhkan titik koordinat markas OPM melalui serangan udara.
"Berdasarkan pengintaian drone dan sistem navigasi presisi, serangan udara ini melumpuhkan titik koordinat markas Kodap 3 KKB di medan sulit kawasan Nduga. Kemampuan pesawat Super Tucano yang dirancang khusus untuk operasi wilayah sulit dan dukungan udara jarak dekat terbukti sangat efektif menembus kontur pegunungan Papua," lanjut narasi tersebut.
