Takut OPM, ASN Papua Asal Toraja Ramai-ramai Minta Pindah ke Torut

Takut OPM, ASN Papua Asal Toraja Ramai-ramai Minta Pindah ke Torut

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Sabtu, 26 Sep 2026 13:32 WIB
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong (Andrew).
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong (Andrew). Foto: (dok. istimewa)
Toraja Utara -

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) asal Toraja Utara di Papua mengajukan permohonan pindah tugas ke daerah asal. Pengajuan pemindahan tugas ini dilatarbelakangi keresahan warga Toraja usai pembunuhan sopir travel bernama Aris Sanda oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Banyak ASN yang minta pindah tugas ke Toraja," kata Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (26/9/2016).

Frederik mengatakan, pengajuan perpindahan tersebut berkaitan dengan banyaknya warga Toraja yang menjadi korban pembunuhan sadis oleh OPM alias kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia menyebut, berdasarkan arsip Kepolisian, warga Toraja yang menjadi korban pembunuhan OPM tahun 2021-2026, sebanyak 13 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini banyak yang minta pindah karena merasa takut, terancam keselamatannya," ungkap Frederik.

Frederik mengungkap, pemerintah Toraja Utara sementara mempertimbangkan hal tersebut. Menurutnya, keselamatan dan keamanan masyarakat maupun ASN adalah prioritas utama. Meski begitu, penempatan kerja juga memperhatikan analisis jabatan (Anjab), analisis beban kerja (ABK), dan rasio belanja pegawai.

ADVERTISEMENT

"Kita mempertimbangkan permohonan dari yang bersangkutan tempat kerja saat ini dan membuat Anjab dan ABK tempat kerja yang dituju," ujarnya.

"Keselamatan adalah prioritas kita. Namun di sisi lain kita juga harus memperhitungkan rasio belanja pegawai yang ditetapkan pemerintah pusat maksimal 30% dari APBD sesuai ketentuan UU No 1 Tahun 2022 tentang HKPD," jelasnya.

Diketahui, kasus terbaru warga asal Toraja, Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena. Jenazah korban ditemukan mengenaskan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya, Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT.

Aris Sanda adalah warga Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Ia berprofesi sebagai sopir travel di Wamena Papua dan dikenal sosok dekat dengan masyarakat.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads